Bullying si Penyakit Mental

          Bullying menurut psikolog adalah keadaan rendah diri seseorang yang mendorongnya untuk menindas orang lain agar terlihat berkuasa dan menambah kepercayaan diri orang tersebut. Lalu siapakah sebenarnya yang harus dikasihani, yang di bully atau yang membully?

        Melihat realitas tersebut, menyikapi pembully yaitu mengabaikan dan tidak mempedulikannya bahkan mungkin meninggalkannya sambil tertawa. Ketika kita sadar bahwa dunia ini luas dan ada miliaran manusia di muka bumi, maka pembullyan tidak akan membuat seseorang menjadi terisolasi dan hancur. Maka keluarlah dari lingkungan pembullyan dan orang-orang menyedihkan itu karena diluar sana ada dunia yang lebih indah dan orang-orang baik.

          Dimana bully bisa terjadi? Pepatah mengatakan “Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung” Dimanapun kita berada kita harus beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungan kita berada. Atau carilah lingkungan pergaulan yang sesuai dengan diri anda. Hal ini tidak berarti menyempitkan atau pilih-pilih pergaulan. Bergaullah dengan siapa saja dari semua kalangan, tapi dekatlah dengan lingkungan yang sesuai dengan diri anda karena korban pembullyan adalah orang yang berbeda dengan lingkungannya

  • Orang pintar ditengah orang-orang bodoh atau sebaliknya
  • Orang kaya ditengah orang-orasebaliknyaatau sebaliknya
  • Orang cantik/ganteng ditengah orang-orang jelek atau sebaliknya
  • Orang modis ditengah orang-orang culun atau sebaliknya
  • Orang gaul ditengah orang-orang kuper atau sebaliknya
  • Orang yang melek teknologi ditengah orang-orang gaptek atau sebaliknya 

Karena pembullyan tidak hanya terjadi kepada mereka yang bodoh, miskin, culun dan jelek. Tapi bisa terjadi pula pada orang pintar, cantik, modis dan kaya selama ia berada di lingkungan yang berbeda dengan dirinya.

          Mengapa bully menjadi biasa dikehidupan dalam berbagai bidang? Bully sendiri akan meninggalkan dendam terselubung bagi para korbannya. Baik itu dendam positif maupun dendam negatif. Dendam negatif mendorong korban bully melampiaskan rasa sakit hatinya kepada generasi berikutnya dan hal ini menjadi kebiasaan dan bahkan budaya. Dendam positif membuat korban bully tampil menjadi orang yang lebih baik dan lebih hebat dari pembullynya dengan melakukan hal positif. So, dendam negatif atau positif tergantung pandangan korban bully kepada pembullynya, apakah ia merasa rendah hingga dibully atau si pembully lah orang yang rendah diri hingga menindas orang lain.  Dan hanya orang-orang berjiwa kerdil yang melakukan penindasan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *