Beda Gaya Pacaran Zaman “Baheula” dengan Zaman “Now”

          Tiap generasi pasti punya kenangan dan cerita tersendiri, apalagi kenangan masa remaja ada banyak cerita yang bikin senyum-senyum sendiri kalau diingat. Masa remaja tiap generasi punya gaya kealayan masing-masing yang akan terlihat memalukan bila diingat ketika kita dewasa, hihihi. Tapi masa remaja dengan kealayannya yang khas wajib dinikmati semaksimal mungkin karena tidak akan terulang lagi, jangan sampai ketika diusia dewasa mendapatkan predikat masa remaja kurang bahagia, hiii malu kan, walaupun gaya hidup masa remaja zaman dulu dan sekarang tidaklah sama. Hal yang paling seru untuk dibahas ketika masa remaja tentu gaya pacarannya, terlebih bila dibandingkan dengan zaman yang berbeda. Kira-kira apa aja ya bedanya gaya pacaran zaman “baheula” dengan zaman “now”, kita bedah yuk.

1. Media Komunikasi

          Generasi zaman “now” tidak lepas dari yang namaya gadget. Smartphone dan internet sudah jadi kebutuhan gaya hidup. Semua orang seolah jadi artis dunia maya. Segala bentuk kehidupan pun seolah perlu diceritakan kepada dunia melalui berbagai medsos (media sosial).  Begitupula dengan gaya pacaran anak muda zaman “now” yang tak lepas dari publikasi medsos. Seolah internet telah mewakilkan keberadaan mereka yang terpisah jarak. Semua terasa instant dalam genggaman jaringan internet. Dalam hitungan detik komunikasipun lancar melalui layar kaca handphone yang hanya beberapa inchi itu. Komunikasipun tersalurkan melalui fasilitas chat atau messanger, video dan medsos walaupun ditonton banyak orang di dunia maya, namun justru menambah percaya diri karena telah menunjukkan eksistensi mereka.

          Berbeda dengan masa remaja generasi 70-an sampai 80-an awal yang belum familiar dengan handphone apalagi internet. Saat itu handphone merupakan barang mewah yang umumnya dimiliki kalangan selebritis. Hanya sedikit anak-anak kalangan menengah keatas yang memakai pager untuk alat komunikasi walau hanya berupa text. Maka komunikasi dengan pacar pun hanya bisa melalui telpon atau surat. Disini ada cerita menggelikan saat diam-diam mencuri waktu berbisik di gagang telpon rumah untuk berbincang dengan  sang pacar. Atau antrian panjang di telpon umum ketika malam minggu. Sepucuk surat bukanlah hal yang aneh seperti zaman sekarang. Surat cinta akan memberikan kenangan tersendiri ketika membacanya kembali nanti.

2. Masa Pendekatan 

          Proses pedekate (pendekatan) jadi proses yang bikin jantung “deg-deg ser” untuk generasi zaman “baheula”. Jaman ini lebih menghargai pendekatan personal dengan berkencan. Sebabnya belum ada media visual yang menunjang sehingga rindu itu terpendam dan moment kencan adalah saat yang paling ditunggu-tunggu. 

          Berbeda dengan zaman “now” dimana semua serba online dan media visual dapat dimanfaatkan dengan mudah mulai dari video hingga medsos, maka moment kencan bukan lagi hal yang dinantikan. Rasa rindu itu sudah tersalurkan dalam bentuk visual walaupun dalam rentang jarak.  Seperti orang bilang “gadget mendekatkan yang jauh”. Maka jaman ini tidak lagi mementingkan pendekatan personal tapi lebih mengarah pada pendekatan secara online.

3. Gaya Hidup 

          Glamor dan mewah menjadi ciri gaya hidup pasangan zaman “baheula”. Pada zaman ini mereka sedang merayakan kemewahan dan menjadi prestige tersendiri hidup dalam kemewahan. Mereka pun lebih banyak menghabiskan waktu kencan dengan clubbing sambil ajeb-ajeb dan party. 

          Berbeda dengan zaman “now” dimana semua orang sudah jengah dengan hiruk pikuk, kebisingan dan kemewahan kota. Mereka lebih banyak melarikan diri ke alam dalam gaya hidup yang lebih natural. Maka gaya berkencan jaman ini lebih banyak diisi dengan travelling. 

         Lalu bagaimana gaya pacaran kamu? Jalanin aja senyaman mungkin ya. Kira -kira bagaimana cerita di zaman “future” nanti ya, hihi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *