Be creative, be different & beYOUtiful Saat Travelling  dengan Aroma Kekinian Kayu Putih Aroma

          Letih dan penat dengan rutinitas kantor yang menguras tenaga dan otak? Sumpek dengan kemacetan kota Jakarta? Travelling yuk. Yes, travelling menjadi gaya hidup baru yang sedang menjamur beberapa tahun belakangan ini. Kebayang kan rasanya tiap hari menghadapi layar komputer yang berisi email dan angka atau berisiknya dering telepon yang mengganggu konsentrasi. Belum lagi menghadapi kemacetan kota Jakarta tiap pagi dan malam hari. Alamaaak, aku ingin pindah ke….. ingin pindah planet saja rasanya. Tapi bukan planet Bekasi ya, hihi. Begitulah kira-kira gambaran kehidupan gue sehari-hari dan pada saat seperti ini, yang paling gue butuhkan adalah liburan.

          Work hard, play harder. Bagi gue, liburan menjadi kebutuhan tersendiri ditengah kepadatan aktifitas dan sumpeknya menghadapi kemacetan kota Jakarta. Jarak pandang yang hanya beberapa centi dari layar komputer membuat mata lelah dan ingin dimanjakan dengan pemandangan lautan lepas yang tak berujung. Aroma polusi udara dari asap knalpot yang bikin senep, bahkan kadang ikut mengubah aroma tubuh, membuat udara pegunungan yang bersih dan segar menjadi dambaan. Sumpek melihat kertas-kertas diatas meja yang bertebaran atau kerumunan kendaraan di jalan ibukota? membayangkan hijaunya gunung dan birunya lautan rasanya seperti membayangkan negeri dongeng.

         Mewujudkan negeri dongeng itu menjadi nyata adalah tujuan gue. Dalam era digital saat ini, mewujudkan liburan ke tempat impian bukan lagi hanya cerita dongeng belaka. Mbah google menyediakan informasi tempat wisata yang lengkap dengan foto-fotonya. Pesan tiket pesawat atau kereta api? Manfaatkan berbagai aplikasi berbasis android dari hp. Mau praktis, jasa travel agent sedang naik daun saat ini dan menjadi lahan bisnis yang kian menggiurkan. Bila ingin berkumpul, mencari partner jalan dan sharing dengan sesama pecinta travelling, bisa bergabung dengan komunitas travelling. 

          Bagi beberapa orang, travelling tidak hanya sekedar jalan cantik untuk refreshing. Bagi mereka yang berjiwa petualang, travelling yang bersifat adventure yang menguji adrenalin akan lebih menarik perhatian. Namun apapun jenis travelling-nya, bagi gue semua membutuhkan perlengkapan khusus yang harus dipersiapkan, baik keperluan kelompok ataupun pribadi. Nah, sebelum travelling ke gunung atau pantai,  biasanya gue membuat list barang yang harus dibawa agar nyaman saat travelling. Keperluan kelompok seperti tenda, peralatan masak dan logistik dapat didiskusikan bersama. Namun keperluan pribadi seperti pakaian, peralatan mandi dan obat-obatan kita sendiri yang tahu apa yang kita butuhkan. 

          Salah satu kebutuhan pribadi yang sangat penting dibawa saat travelling yaitu obat-obatan pribadi untuk menjaga kondisi tetap fit saat travelling. Sebagai penggiat travelling yang tergabung dalam Komunitas Backpacker Jakarta (BPJ) gue selalu memberikan perhatian khusus untuk obat-obatan pribadi karena selain dibutuhkan disaat darurat, juga agar tidak merepotkan orang lain bila kondisi tubuh kita sedang drop. Obat flu dan pusing, obat maag, obat anti mabuk, obat masuk angin dan minyak angin merupakan obat-obatan yang tidak pernah absen dalam tas gue ketika travelling. Baik di pegunungan atau pantai, ketika berada di alam bebas, hembusan angin kencang tentu tidak dapat dihindarkan. Selain selalu sedia jaket tebal, obat masuk angin dan minyak angin juga jangan sampai ketinggalan. 

          Beberapa minggu lalu gue sama teman-teman komunitas BPJ melakukan travelling  ke Karimun Jawa. Untuk menuju kawasan wisata ini kita melewati perjalanan laut yang memakan waktu sekitar 4 jam dengan ditempa gelombang laut yang besar. Tak heran gue mual di perjalanan laut ini karena masuk angin. Untung aja gue bawa minyak Kayu Putih Aroma yang menghangatkan tubuh sehingga angin dapat keluar. Selain itu aroma lavender kesukaan gue membuat rasa mual gue hilang dan teman-teman pun menyukai aroma tubuh saya yang seketika mewangi, haha. 

          Tidak kalah dengan pantai, hembusan angin gunung juga sangat kencang dan lebih dingin. Seperti saat perjalanan gue ke Gunung Bromo beberapa bulan lalu, selain memakai jaket tebal, sarung tangan dan kupluk kepala, gue selalu bawa minyak Kayu Putih Aroma didalam saku jaket. Sesekali ketika udara dingin menusuk hidung dan membuat hidung meler, segera saja gue hirup minyak Kayu Putih Aroma. Kehangatannya seolah terhirup masuk kedalam rongga dada dan aroma harumnya membuat suasana menenangkan. Teman-teman disekitar gue jadi mendekat karena suka dengan aroma wanginya, terutama dia sang kekasih yang tambah lengket karena aroma wangi yang gue bawa.  Suasana dingin pegunungan pun menjadi hangat dengan Kayu Putih Aroma dan pelukan dia tentunya, haha.

          So, minyak kayu putih tidak lagi identik dengan aroma orang sakit, nenek-nenek atau bayi. Kalau gue beda, gue pakai Minyak Kayu Putih Aroma karena suka dengan wanginya dan sekaligus menghangatkan tubuh. Generasi Milenial seperti gue harus tampil beda karena gue beda. Be creative, be different and beYOUtiful dalam travelling dengan mempertahankan warisan budaya tradisional tapi tampil jadi kekinian dengan Kayu Putih Aroma.

Minyak Kayu Putih Aromatherapy Cap Lang, Gabungan Aroma dan Kehangatannya Siap Melegenda Kembali

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *