#Yamaha Mio S, Berkendara “Smart & Stylist” di Ibukota 

          Tak pernah terbayangkan sebelumnya jika sepeda motor akan menjadi moda transportasi saya sehari-hari. Padahal dulu rasanya boro-boro mengendarai motor sendiri, mengerti saja tidak tentang motor. Dulu saya selalu mengandalkan tebengan motor kalau jalan-jalan. Pergi kemana-mana pun masih takut sendirian apalagi perjalanan jauh. Suatu hari, tuntutan pekerjaan mengharuskan saya stand by setiap saat, akhirnya dengan nekat saya pun membeli sepeda motor Mio S dari dealer Yamaha di sebuah mall di Bekasi. Alasan saya memilih Yamaha Mio S karena body-nya yang ramping sehingga ringan dibawa. Saya juga suka modelnya yang feminim dan stylist. Saya pun memilih warna kesukaan saya, yaitu merah marun. Ketika motor Yamaha Mio S dikirim ke mess tempat saya tinggal, saya bingung mau diapakan motor ini, lah wong nyetir saja saya tidak bisa, haha. Beruntung teman mess saya entah baik atau kasihan, dia membantu mengajari saya nyetir sepeda motor ini. Beruntungnya kawasan mess tempat saya tinggal masih sangat sepi, jadi saya dapat dengan mudah dan cepat belajar mengendarai sepeda motor. Hanya dua kali keliling komplek, saya sudah cukup mahir mengendarai Yamaha Mio S pertama saya ini. Ah, bangga sih rasanya merasa cepat belajar dengan hal baru yang sama sekali saya belum kenal sebelumnya. Yah mungkin karena Yamaha Mio S ini adalah motor matic, jadi tidak susah mempelajarinya, cukup atur keseimbangan dan kontrol gas dan rem, langsung cuss deh. 

         Begitulah sekelumit sejarah saya memiliki sebuah sepeda motor. Seiring berjalannya waktu, saya semakin mahir mengendarainya walaupun di masa awal beberapa kali terjadi insiden. Yah, katanya memang belum afdol punya motor kalau belum ngalamin jatuh dari motor, haha. Pengalaman jatuh dari motor ternyata sedikit membuat saya trauma hingga membuat saya mengurangi kecepatan motor sejak saat itu. Memang harus ada perasaan takut dan was-was ketika mengendarai motor agar bisa lebih berhati-hati dan selamat dalam perjalanan. Tak terasa saya masih setia sampai saat ini memakai Yamaha Mio hingga 8 tahun. Wah, ternyata umur sepeda motor saya sudah tua tapi masih awet loh, keren deh.  Motor Yamaha Mio S saya ini sudah menemani saya menempuh ribuan kilometer sejak saya bekerja di daerah pinggir Jakarta hingga sekarang di kota Jakarta. Perjalanan terjauh menggunakan sepeda motor ini yaitu ketika liburan ke daerah Garut yang menempuh 6 jam perjalanan. Walaupun matic, tapi tenaganya kuat menanjak hingga ke Puncak Darajat loh, hebat kan. Hhmm…sepeda motor ini begitu menyimpan banyak kenangan ternyata.

          Kini saya menjalani rutinitas di ibukota Jakarta yang terkenal dengan macetnya. Penduduk Jakarta pasti tidak heran lagi dengan jarak tempuh yang hanya beberapa kilometer dalam kota seperti perjalanan ke luar kota. Menyita waktu dan tenaga pastinya. Harus berangkat lebih pagi jika tidak mau terlambat ke kantor. Harus rela pula menghabiskan malam di jalanan ditengah kemacetan. Tua di jalan lah kalau kata orang, terutama jika menggunakan armada bus atau angkot, ya wassalam deh, selamat menua di jalan, haha. Hhmm…jadi bagaimana ya mengakalinya, menyingkat waktu perjalanan dan tiba di tempat dengan ontime? Yah, salah satunya menurut saya dengan sepeda motor, salah satu alternatif terbaik saat ini untuk menyiasati kemacetan ibukota. Tak heran Ojek online jadi primadona di kalangan para pekerja dan penduduk kota Jakarta yang akrab dengan kemacetan. Untung saya sudah punya Yamaha Mio S sejak dulu dan bersyukur masih setia menemani hari-hari saya hingga kini. Sudah anti macet irit pula motor ini. Dengan isi full tank, bensin bisa irit sampai 2 hari dengan jarak 20km dari kantor ke rumah. Yamaha Mio S irit alias ramah di kantong.

          Berkendara smart di ibukota? Ya pakai motor dong. Dengan body-nya yang ramping, Yamah Mio S saya dengan mudahnya menyelip diantara himpitan mobil dan sett… dalam sekejap langsung melesat kedepan. Anti macet deh pokoknya. Walaupun bisa tertahan, namun tidak akan sampai stuck dalam kemacetan seperti sajal. Pantas saja ojek online laris manis di ibukota. Berkendara motor memang pilihan smart dalam mensiasati kemacetan ibukota bagi saya dan saya menikmati sekali manfaatnya. Sangat jauh bedanya waktu tempuh antara bus dan sepeda motor yang saya rasakan. Waktu yang dihemat bisa sampai 50% dengan mengendarai sepeda motor. Kawasan Kasablanka tempat saya bekerja sangat terkenal dengan macetnya. Jarak yang hanya 5 kilometer dari kantor menuju mall itu bisa menghabiskan waktu 1 jam dengan angkot tapi hanya butuh waktu 15-30 menit dengan berkendara motor. Saya pun dapat segera sampai di rumah dan punya waktu lebih banyak untuk berkumpul dengan keluarga sebelum jam tidur tiba. Saya pun tak perlu bergegas dari pagi buta menuju ke kantor, karena dengan motor waktu saya menjadi sangat singkat untuk sampai ke kantor, jadi masih ada waktu untuk menyiapkan sarapan dan pekerjaan.

         Tampil stylist dengan berkendara motor? Kenapa nggak? Body motor Yamaha Mio S ini ramping dan stylist, cocok untuk gaya kekinian. Sambil sat set jalan di tengah kemacetan, tetap bisa tampil gaya dong dengan Yamaha Mio S. Apalagi atribut motor saat ini seperti jaket, helm, masker dan sarung tangan ada banyak pilihan model yang stylist, iya stylist seperti gaya Isyana sang brand ambassador Yamaha Mio S. Salah satu artis favorit saya ini ternyata pakai Yamaha Mio S juga, wah… style dan seleranya sama ternyata dengan saya, hmm. Jadi bangga pakai Yamaha Mio S Isyana yang memang Isyana style banget seperti style saya juga, It’s my style! 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *