Refleksi 2017 – Resolusi 2018

          Tak terasa aku sudah berada di ujung tahun 2017. Waktu seakan berlari dengan cepat namun langkah kaki tak mampu mengejar. Kerikil-kerikl tajam membuat kaki ini terluka dan sulit melangkah. Walaupun pandangan akan masa depan yang cerah telah terbayang sejak awal tahun, namun hingga di penghujung waktu 2017 tak tampak sedikitpun bayangannya. Seolah hidup dalam “koma”. Tak ada kemajuan yang berarti, bahkan perlahan kemunduran dan berakhir pupus menjelang hingga di penutup tahun. 

2017

          Beberapa hal di 2017 seperti jalan ditempat bahkan mengalami kemundura.

1. Pekerjaan

Pekerjaan dijalani bagai seorang robot dengan rutinitas dan prosedur yang harus dijalani. Sialnya, pekerjaan jauh dari passion, skill dan soul. Entah karena putus asa tak ada pilihan atau pasrah menjalani apa yang ada. Dalam peluh jiwa dan raga, terseok, perlahan mengikis jati diri. Waktu bergulir, kebusukan dan kemunafikan menggerogoti fisik dan psikis. Aku tak seharusnya berada disini, melakukan semua ini. inikah karmaku lalai atas syukur, mengagungkan yang berlebihan dan mengabaikan yang tersayang. Maafkan aku mama, cinta.

2. Cinta

Bayang cinta sempat menampakkan diri menjelang 2017 namun meredup di awal hingga mati suri disepanjang tahun. Sempat pupus dalam ingatan, aku pernah punya kamu. Sempat mundur dan melupakan bahkan mengubur hasrat. Dalam kesesakan dada tercurah isak tangis, menahan kekuatan ego. Bergelut dengan kemunafikan batin. Bertahan dengan kesan kuat dalam jiwa yang lemah. Hingga menyerah dan pergi.

3. Keluarga

Keluarga berjalan seperti anak kehilangan induk. Dorongan motivasi seolah hilang berganti pematah semangat. Sepi dan kosong dalam dunianya sendiri. Tanpa arah dan tujuan masing-masing. Hanya berjalan di jalan setapak yang kecil ditengah semak dalam langkah perlahan entah mau kemana.

          Bahagia…iya, ada. Setengah tahun ini menikmati hasil dari keluh kesah, membebaskan pikiran. Menapaki kaki di beberapa destinasi impian dan masih ada list impian yang lain. Melihat dan menggeluti dunia baru. Menyalurkan hoby dan passion di belahan dunia lain yaitu menulis. Lingkungan dan teman baru, fresh tanpa kebusukan dan kemunafikan. Kesendirian menguatkan ikatan batin keluarga.

          Dan…akhir tahun ditutup manis bersama kamu. Dengan hati yang baru walau masih malu-malu. Panggilan kerja sesuai passion walau ketidakpercayadirian menghantui. Keluarga yang lebih mengerti kebutuhan masing-masing.

2018

          Menjelang 2018 harapan baru tumbuh, tentang cita-cita dan cinta. Penutup dan pembuka tahun yang manis bersama kamu walaupun masih gengsi. Resolusi yang ingin dicapai di tahun 2018 :

1. Kredit rumah/mobil

2. Menikah

3. Umroh

4. Trip honeymoon Indonesia timur : Flores, Raja Ampat

5. Mendapat pekerjaan baru sesuai passion

6.  Berhijab

7. Menjadi orang yang lebih baik dan bertanggung jawab.

Semoga semua resolusi ini dikabulkan Allah SWT, aamiin.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *