Bangka, Wisata Lengkap Penutup Tahun 2017

          Mungkin belum banyak orang yang mengenal tentang Bangka, karena pulau yang masuk dalam Provinsi Babel (Bangka Belitung) ini tidak seterkenal Belitung. Belitung telah lebih dulu dikenal semenjak booming-nya film Laskar Pelangi beberapa tahun silam, padahal ibukota Provinsi Babel ini terletak di pulau Bangka, tepatnya di kota Pangkal Pinang. Di penghujung tahun 2017 kemarin Backpacker Jakarta mengadakan trip tahun baru ke Pulau Bangka. Sedikit lebih maju dari Belitung, Bangka memiliki bandara yang modern dan baru diresmikan Presiden Jokowi pada Februari 2017 lalu bersamaan dengan diresmikannya Jembatan Emas, jembatan megah yang bisa buka tutup untuk lalu lintas kapal dibawahnya. Bus AC menjadi akomodasi andalan untuk wisatawan, walaupunn transportasi online sudah beredar di Bangka. Jalannya pun sudah bagus dan beraspal seperti di Belitung, yah memang untuk menunjang pariwisata infrastruktur harus dibenahi. 

          Empat hari rombongan BPJ meng-explore Bangka Tengah ditemani kawan-kawan dari Komunitas Pecinta Alam Matras dan Pelawan Babel. Kalau di Belitung ada wilayah Belitung Barat dan Timur, maka wilayah Bangka terbagi atas Bangka Selatan, Utara dan Tengah. Ngomongin Bangka pastinya gak lepas dari Belitung, karena dua pulau ini memiliki karakteristik yang sama. Tipe pantai, makanan dan budayanya yang hampir sama membuat dua pulau ini seperti saudara kembar. Sambutan penduduknya pun hangat dan ramah. Dengan welcome-nya mereka mempersilakan kami untuk stay di basecamp Komunitas Matras. Terlihat sekali dari wajah dan penyambutan mereka, rasa bangga akan kedatangan teman-teman BPJ. Menurut mereka, BPJ membuka jalan bagi warga untuk mengembangkan wisata ala backpacker dan traveller, dimana mereka berkesempatan membuka usaha penginapan homestay atau basecamp, serta memperkenalkan wisata tersembunyi yang selama ini belum terjamah. Daya tarik Bangka sebagai tempat wisata ala backpacker sangat recomended dengan spot-spot nya yang beragam. Berikut ulasannya.

SPOT CAMPING CERIA

1. Pulau Ketawai

Pulau Ketawai dapat ditempuh 1 jam perjalanan laut dari Pulau Bangka. Pulau tak berpenghuni ini seperti surganya pencinta camping, karena selain laut dan pantai nya yang bersih, disekitar pulau ini terdapat area snorkling pula. Kami pun puas menghabiskan waktu seharian untuk ber-camping dan explore pulau. Angin malam yang sejuk pun menjadi hangat dalam suasana kekeluargaan bersama Komunitas Pelawan Babel dan Matras. Walaupun tidak berpenghuni, fasilitas toiletnya bersih dengan air yang berlimpah. Pemandangan pulau dari kejauhan kece banget dengan ratusan pohon kelapa dan dermaganya. Spot camping dan foto-foto yang ajib deh, pasti betah berlama-lama di pulau yang seperti pulau pribadi ini.

2. Pantai Parai Tenggiri

Pantai ini menawarkan pemandangan sunset dan sunrise yang menakjubkan. Tak heran banyak orang mendirikan tenda disepanjang bibir pantai yang hanya beberapa meter dari area camp ini. Pantai ini seperti surganya para pencinta fotografi yang ingin mengabadikan moment indah. Apalagi saat kami menghabiskan moment tahun baru disini, pantai ini ramai dengan tenda dan pesta kembang api.

MENYUSURI PANTAI

1. Pantai Romadong

Ciri khas pantai di Pulau Bangka dan Belitung adalah batu-batu besarnya. Begitu pula yang tampak di Pantai Ramadong ini. Hamparan laut lepas dan pasir putih dengan hiasan batu-batu besarnya merupakan spot yang cocok untuk memanjakan mata dan foto-foto

2. Pantai Batu Berdinding

Sekilas mirip kawasan Pantai Pandawa di Bali ketika memasuki jalan masuk yang diapit dua batu besar yang seolah pintu gerbang memasuki kawasan pantai. Pantai ini sudah dikelola sehingga berbentuk taman cantik dengan aneka pepohonan hijau, bunga dan buah. Menjorok ke pantai akan kita temui batu besar yang seperti dinding sehingga pantai ini disebut Pantai Batu Berdinding.

3. Pantai Penyusuk

Pantai ini ramai dengan pengunjung dan ciri khasnya tetap batu-batu besar. Berbeda dengan pantai lainnya, disini banyak warung-warung makanan dengan cemilan khas nya Pempek.

4. Pantai Tri Agung

Pantai Tri Agung letaknya berseberangan dengan Pagoda. Untuk mencapai pantai ini, perlu sedikit perjuangan menuruni bebatuan. Tapi semua terbayarkan dengan pemandangan laut lepas yang indah dengan hiasan batu dari kejauhan. Apalagi saat sunset, duduk santai di hamparan bebatuan besar sambil menikmati pemandangan pantai yang eksotis, dengan percikan warna senja, sangatlah memanjakan mata.

MENGENAL SITUS SEJARAH & BUDAYA

1. Taman Makam Sentosa Abadi

Taman Makam Sentosa Abadi didirikan tahun 1935 di kawasan Kampung Dul, Pangkal Pinang, Bangka. Taman makam ini merupakan taman makam ethnis China Katolik, Budha dan Konghucu yang terbesar se-Asia Tenggara dengan 11.000 lebih makam diatas tanah seluas 27 hektar. Konon makam termahal ditempat ini bernilai 2M.

2. Museum Timah

Timah merupakan salah satu hasil tambang terbesar yang pernah dimiliki dan membesarkan nama Indonesia dahulu. Daerah penghasil timah terbesar di Indonesia ini yaitu Bangka dan Belitung. Tak heran di Bangka berdiri Museum Timah yang menyimpan sejarah kebesaran tambang timah dahulu. Sayangnya saat kami berkunjung kesini, museum ini tutup karena bertepatan dengan tanggal merah.

3. Jembatan Emas

Nama Jembatan Emas diambil dari nama Gubernur Babel saat itu – Eko Maulana Ali Syamsudi Basari. Jembatan ini diresmikan Presiden Jokowi pada Februari 2017 lalu. Jembatan ini menghubungkan Kabupaten Bangka dengan Kota Pangkal Pinang. Uniknya, jembatan ini bisa buka tutup untuk kepentingan lalu lintas kapal yang melintas di sungai dibawah jembatan. Jembatan seperti ini dahulu pernah ada di Batavia, yaitu Jembatan Kota Intan.

4. Pagoda

Konon 30% penduduk Bangka ber-ethnis Tionghoa, jadi tidak heran disini ada beberapa Pagoda tempat peribadatan ethnis Tionghoa. Salah satu Pagoda yang besar dan agung terletak di pinggir Pantai Tri Agung.

EKOWISATA

1. Danau Kaolin Air Bara

Bangka dan Belitung dahulu adalah penghasil timah terbesar di Indonesia bahkan konon di dunia. Namun hasil tambang yang sempat membesarkan nama Indonesia itu tidak memberikan dampak yang signifikan bagi kesejahteraan penduduk setempat. Bahkan memberikan dampak kerusakan lingkungan dimana tanahnya tidak lagi dapat ditumbuhi tanaman. Ironisnya, ditengah dampak kerusakan alam tersebut, lahan bekas galian timah ini berubah menjadi kawasan wisata danau kaolin yang indah dan menakjubkan dengan hamparan air bergradasi warna biru dan hijau. Hal ini membuat Bangka kini lebih mengandalkan sektor pariwisata dari danau kaolin.

2. Hutan Mangrove Kurau Barat

Ternyata Bangka juga punya hutan mangrove loh, namanya Hutan Mangrove Kurau. Di area yang tidak terlalu luas ini, terdapat beberapa spot foto unik dengan latar belakang hutan mangrove yang cantik. Uniknya disini ada permainan yang menguji adrenalin, yap jembatan gantung diatas satu tali, berani coba?

MENCICIPI KULINER 

1. Mie Koba Bangka

Mi Koba ini cita rasanya sama dengan Mie Ateup Belitung. Yah, namanya juga tetanggaan, pasti mirip dong, haha. Kuah manis gurih ditambah sambel pedas terasa segar di mulut. Isinya mie kuning, kentang dan taoge ditambah kerupuk emping.

2. Lempah

Lempah adalah makanan berbahan dasar ikan kakap atau ikan lainnya dengan kuah kuning bertabur nanas segar. Sekilas makanan ini mirip dengan Gangan, makanan khas Belitung, hanya saja berbeda nama. Mungkin karena satu rumpun maka makanan khas nya pun mirip ya, hihi.

3. Martabak Bangka

Martabak Bangka sudah banyak beredar di Jakarta, tapi yang asli dari Bangka ini beda loh rasanya. Sebut saja salah satu mereknya martabak Ayung. Martabak Bangka asli ini lembut banget dan lumer di lidah. Sayapun tak luput membawa jajanan ini untuk oleh-oleh. Walaupun sudah dua hari tiba di Jakarta, kelembutan martabak ini gak hilang dan variant rasanya itu loh, tetap segar, manis dan lembut banget !

4. Jeruk Kunci

Jeruk kunci jadi minuman khas daerah Bangka dan Belitung. Jeruk limau ini kecil tapi air nya yang asam manis berlimpah. Seger banget di mulut. Ada versi sirup botol juga untuk oleh-oleh.

5. Kerupuk Kemplang

Siapa sih yang gak tau kerupuk kemplang? Semua orang pastinya tahu kerupuk kemplang itu aslinya dari Bangka. Setiap berkunjung ke pusat oleh-oleh di Bangka pasti akan kita temui kerupuk kemplang ini.

6. Pempek

Bangka dan Belitung dulunya masuk dalam propinsi Sumatera Selatan dengan ibukota Palembang. Jadi gak heran, pempek jadi cemilan khas daerah ini. Warung-warung disepanjang pantai umumnya menyediakan cemilan pempek ini dengan harga seribu rupiah untuk satu potong kecil Lenjer. Rasa ikannya kental sekali sehingga tak sadar saya sudah melahap banyak, haha.

          Lelah berpetualang sepanjang hari ? mencari tempat nongkrong yang asik untuk bercengkrama sambil berfoto ria di malam hari ? mampirlah ke “de Locomotif”. Cafe di pinggir pantai ini menyajikan aneka makanan dengan beberapa toko souvenir dan spot foto unik dengan ornamen lampu-lampu yang beraneka ragam. Saat menelusuri kawasan ini, di pojokan akan kita temui tempat penangkaran Penyu. Tempat yang cozy ini juga dilengkapi fasilitas toilet dan mushola.

          Kebetulan sekali saat kami berkunjung sedang musim durian dan rambutan. Dan kamipun mencicipi segarnya buah-buahan ini yang matang di pohon. Apalagi harga duriannya yang super murah, 50 ribu rupiah dapat 4 biji.  Fresh dan legit pula rasanya sampai-sampai kami kalap makannya, haha. Puas makan durian, kamipun lanjut dengan hunting Martabak Bangka yang hanya buka pada sore hari dan segera habis jam 9 malam saking larisnya. Saat kami tiba, tersisa 2 loyang saja dan kamipun berebutan mencicipi martabak yang rasanya beda sekali dengan martabak yang ada di Jakarta. Tak sadar kami larut dalam keseruan dan rasa kebersamaan yang rasanya mengalahkan moment menikmati alam itu sendiri. 

          Hhmm…gimana, Bangka recomended kan untuk dikunjungi ? Memajukan pariwisata Bangka dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat juga loh. So, buruan deh packing, cari tiket dan cuss ke Bangka, dijamin puas.

74 Replies to “Bangka, Wisata Lengkap Penutup Tahun 2017”

  1. Aku baru pernah ke Belitung. Blom pernah ke Bangka. Ternyata Bangka bagus juga, ya. Beberapa makanannya juga sama kayak Belitung. Lumayan, ada bbrp yg aku udah pernah coba 🙂

  2. Pas baca part yang bahas makanannya, aku langsung ngiler. 😂😂 pempek bangka emang enak sih.. gak kalah sama pempek palembang.. kalo orang kantor ada yang tugas ke bangka pasti suka nitip.

  3. Selalu ada alasan menarik untuk datang kembali ke Bangka ya Kak Arlin.. Bangka daerah wisata yang ‘full packed’. Apalagi akulturasi budayanya…luar biasa menarik. Yuks kak Arlin ikut event ceng beng/sembahyang kubur di pemakaman sentosa tahun ini..

  4. Ceritanya informatif banget kak. Semoga Bangka juga bisa bersaing dengan Belitung, karena wisatanya juga ga kalah cantik. Btw aku baru tau kalo Timah Indonesia sempat menduduki peringkat teratas dunia.

        1. Kalo antara Bamgka dan Palembang sepanjang apa itu jembatannya…wkwkwk. Mungkin ini menghubungkan 2 kota yg terpisah sungai. Dibuat dimasa pemerintahan Gubernur EMAS

  5. Alamak, kan main kak Arlind, aku di Parai doank tauknya, dan itu udah kesenengan bgt cakepnya… Kamu jalan2 mulul bikin iri.. hihihiii

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *