Memanjakan Lidah di Festival Kuliner Ngabuburit

Gerbang Festival Kuliner Ngabuburit

.
Bulan Ramadhan telah tiba, indahnya bulan yang penuh rahmat untuk memperbanyak ibadah, bulan pembinaan diri agar menjadi pribadi yang lebih baik setelah Ramadhan. Sukacita bulan Ramadhan selalu disambut antusias, bahkan sebelum Ramadhan tiba. Beruntung saya tinggal di Indonesia, negara dengan mayoritas penduduk beragama muslim dan masyarakatnya yang ramah dengan rasa kekeluargaan yang tinggi, bahkan dengan penganut agama lain. Uniknya di Indonesia ini, ada budaya yang berkembang dan sangat dinantikan saat Ramadhan tiba, yaitu ajang menjalin silaturahmi dalam bentuk buka puasa bersama. Di tengah kesibukan masing-masing, waktu untuk saling bertemu atau berkumpul terasa sangat sulit untuk direalisasikan. Maka, bulan Ramadhan menjadi bulan baik untuk mempererat tali silaturahmi dari teman-teman yang sempat “terlupakan” dengan kesibukan sehari-hari.

Stand-stand makanan berbuka puasa

.
Undangan acara bukber pun marak berdatangan saat Ramadhan tiba, mulai dari teman sekolah, kampus, kantor, komunitas bahkan teman satu geng. Keseruan dan keceriaan saat saling menyapa, bertanya kabar dan bercerita tentang kehidupan masing-masing menambah kenikmatan suasana buka puasa, selain makanan berbuka puasa yang ditunggu-tunggu pastinya, haha. Menu buka puasa tak kalah seru, mulai dari makanan khas Ramadhan seperti kurma dan kolak, ada pula gorengan, makanan kesukaan sebagian besar masyarakat Indonesia. Selain makanan tersebut, ada pula lontong sambel kacang yang menjadi favorit menu bukber selain es buah.

Stand makanan

.

Stand bakso

.
Kebetulan sekali di bulan puasa ini saya sudah bergabung dengan komunitas pencinta kuliner – KPK (Kompasiana Pencinta Kuliner), komunitas yang sering kali menjelajah kuliner di berbagai tempat di Jakarta dan sekitarnya. Kali ini, tempat yang kami “gerebek” yaitu Festival Kuliner Ngabuburit di kawasan La Piazza, Kelapa Gading. Festival ini berlangsung 18 Mei – 03 Juni 2018 dan diramaikan oleh beberapa stand makanan khas buka puasa dan kuliner Nusantara. Memasuki gerbang festival, kita sudah disuguhkan pemandangan taman-taman cantik yang menyegarkan mata. Ditambah aroma makanan saat melintasi stand makanan, membuat ingin cepat-cepat buka puasa rasanya, haha. Benar saja, setengah jam menjelang bedug maghrib, kami ber-15 yang mengikuti acara “KPK Gerebek Ngabuburit” ini mulai seliweran mencari makanan favorit untuk berbuka. Berbagai macam es, aneka sate, kue-kue dan masih banyak lagi makanan yang menggugah selera tersaji di Festival Kuliner Ngabuburit ini. Penasaran makanan apa yang kami pesan dan ada makanan apa saja yang dijajakan dalam festival kali ini?

Stand bakso

.
Jalan-jalan sore kali ini mengitari stand-stand makanan, dan mata saya terpaku pada mangkuk-mangkuk besar berisi buah-buahan warna warni. Sambil menelan ludah, saya membayangkan kesegaran es buah itu, haha. Ok, booked dalam hati saya. Sudah menemukan minuman segar untuk berbuka, saya lanjutkan langkah kaki beberapa meter dan menemukan stand aneka bakso. Setelah melihat-lihat banner, saya langsung ngiler melihat bakso bunting, bakso besar dengan isi yang komplit mulai dari bakso urat kecil, daging cincang, telur puyuh, keju dan cabe rawit. Wow, recomended sekali menurut saya, kesegaran es buah dipadu dengan kesegaran bakso pedas, hhmm. Tahaann..belum bedug, haha. Namun saya teringat tagline berbuka yang termasyur itu “berbukalah dengan yang manis”, sayang yang setia belum tampak, jadi cari yang manis saja dulu ya, haha. Kasihan juga dengan perut ini bila langsung diisi dengan makanan pedas, maka saya pun langsung mencari cemilan manis untuk berbuka. Setelah keliling-keliling, akhirnya saya pun menemukan stand makanan yang pas dan unik, yaitu roti bakar. Kenapa unik? karena saya memesan satu porsi roti bakar nougat coklat keju, tampilannya menggiurkan dengan taburan kacang. Ahh, rasanya sudah lengkap menu berbukanya. Saya pun langsung bersiap di tempat para KPK berkumpul. Saat adzan maghrib berkumandang, tiba-tiba suasana yang semula riuh berubah sepi. Rupanya semua terdiam menikmati menu berbuka masing-masing. Es buah yang saya pesan terasa segar dan nikmat membasahi kerongkongan. Roti bakarnya padat dengan isi nougat-nya. Baksonya lezat dan terasa dagingnya, belum lagi isinya yang banyak, sukses membuat lidah saya bergoyang.

Es buah, bakso bunting dan roti bakar nougat

.
Ternyata teman-teman KPK lainnya memilih menu yang berbeda. Ada yang memesan es kepal milo, kolak, es bubur sum-sum, bakso tulang sum-sum dengan ukuran yang bikin shock dan ada juga susu goreng? Awalnya sempat bingung dengan menu susu goreng ini, namun setelah diselidiki, ternyata makanan ini adalah susu beku dilapisi roti kemudian digoreng. Rasanya unik, seperti namanya. Memang makanan yang unik selalu bikin penasaran dan hits ya.

Susu goreng (photo: Pak Sutiono)

.

Bakso sumsum (photo: Anisa Deasty)

.
Setelah puas memanjakan lidah dengan citarasa makanan yang maknyus, tak terasa perut kami akhirnya kekenyangan. Sambil saling mencicipi menu lainnya, suasana festival pun semakin malam terasa semakin ramai, apalagi suasana temaram yang dihiasi ornamen lampu-lampu cantik dan iringan musik Islami di panggung, membuat suasana menjadi syahdu dan penuh keakraban. Indahnya Ramadhan, indahnya toleransi beragama, dari kami yang duduk bersama tanpa menghiraukan perbedaan, walaupun berbeda agama. Karena sejatinya, puasa itu untuk menahan ankara murka dan permusuhan, maka untuk apa mencari perbedaan bila kita dipersatukan oleh persamaan rasa.

Suasana malam

.

KPK Ngabuburit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *