Spektakuler! Asian Games 2018, Potret Kebanggaan Bangsa Indonesia

Stadion GBK selama Asian Games 2018

Pesta olahraga Asian Games ke -18 tahun 2018 ini digelar di Indonesia, yeay ! Ada rasa haru dan bangga, Indonesia kembali menjadi tuan rumah setelah 56 tahun silam, tepatnya tahun 1962 bangsa ini menjadi tuan rumah Asian Games ke-4 yang diselenggarakan di Jakarta. Bertempat di stadion yang sama, Gelora Bung Karno (GBK) menjadi saksi sejarah perhelatan olahraga terbesar se-Asia itu. Walaupun hanya dengan persiapan 2 tahun setelah Vietnam mengundurkan diri karena masalah finansial, tak disangka acara pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta terbilang sangat sukses, bahkan diapresiasi dunia sebagai acara pembukaan pesta olahraga ter-spektakuler sepanjang sejarah, bahkan mengalahkan Olimpiade dan World Cup. Berkat kesuksesan acara pembukaan Asian Games 2018 ini, Indonesia menjadi sorotan dunia dalam trending topic-nya di media sosial twitter dan youtube.

Panggung opening ceremony Asian Games 2018

Bagaimana tidak, pesta kembang api yang menghias angkasa GBK membuat decak kagum, belum lagi tata panggung yang wow megahnya dan Indonesia banget dengan miniatur gunung dan lautnya. Pengiring kontingen olahraga terlihat mengagumkan dengan balutan kostum burung garuda nan megah dari Jember Festival. Hampir semua budaya Indonesia ditampilkan secara totalitas, perpaduan tradisional seperti tari Ratoh Jaroe dan modern dance yang sangat memukau mata. Dan, yang paling mengejutkan tentunya aksi Presiden kita dengan motor gede nya saat memasuki stadion. Benar-benar bergaya Millenial dan tak pernah terbayangkan, Presiden Jokowi memang gokil…hahaha.

Menjadi trending topic, aksi Presiden Jokowi dengan moge-nya dan official song Asian games 2018 “Meraih Bintang” yang dibawakan Via Vallen turut disadur ke barbagai bahasa Asia. Beat lagu yang membangkitkan semangat dengan sedikit sentuhan dangdut ciri khas Indonesia serta lirik lagu yang menggugah semangat dan sportifitas, membuat lagu ini melejit seketika. Berbagai versi lagu mulai dari Arab, Inggris-Mandarin, India hingga Korea membuat kebanggan tersendiri. Lagunya selalu terngiang di telinga dan lirik “Yo yo ayo, yo ayo yo yo ayo, yo ayo yo yo ayo, yo ayo yo yo yo o o o o o” membuat badan ikut bergoyang ya…haha.

Selamat datang Energy of Asia

Hype pesta olahraga Asian Games ini sudah terasa sejak tahun lalu. Baliho di gedung, ruas jalan dan pusat keramaian ibukota dan Palembang sebagai tuan rumah juga ramai dihiasi berbagai ornamen Asian Games. Tema colorfull dibalut icon budaya tradisional membuat suasana menjelang Asian Games tampak ceria, membangkitkan semangat dan menggambarkan Indonesia seutuhnya. Terlebih di pusatnya kawasan GBK, ornamen warna warni berbentuk ondel-ondel pun ikut mempercantik wajah halte bus Trans Jakarta ibukota.

Namun, tak dipungkiri persiapan 2 tahun ini menyisakan pekerjaan rumah yang belum selesai seperti moda transportasi LRT yang belum siap pakai dan taman disepanjang jalan Sudirman yang baru ditumbuhi rumput berwarna merah karena masih baru. Selain itu, aroma dan warna kali item serta fasilitas wisma atlet di Kemayoran sedikit memberikan nilai minus atas kesiapan penyelenggara. Namun semua itu tertutupi dengan euforia Asian Games yang disambut antusias baik oleh masyarakat Indonesia maupun para atlet dan tamu yang datang.

Selama berlangsungnya Asian Games 18 Agustus – 02 September 2018, terasa sekali atmosfir “Energy of Asia”, tema yang diusung dalam Asian Games ke -18 kali ini. Setiap hari pertandingan dilangsungkan dan ratusan medali pun bergulir. Menjadi tontonan yang sangat ditunggu-tunggu baik di layar kaca maupun langsung di stadion. Riuhnya teriakan penonton menambah semangat para atlet. Para pengunjung stadion GBK dimanjakan dengan aneka kuliner Asia, panggung hiburan dan super store yang menjual merchandise Asian Games. Ternyata, merchandise yang paling dicari yaitu 3 maskot Asian Games si Kaka, Atung dan Bhin-Bhin. Siapa sih mereka, yaitu 3 hewan khas Indonesia badak bercula satu (Kaka), rusa Bawean (Atung) dan burung cendrawasih (Bhin-Bhin). Ketiga maskot ini tersedia diantaranya dalam bentuk boneka dan gantungan kunci. Seluaruh area GBK pun dihiasi ornamen dan spot foto ketiga maskot ini. Saya sangat jatuh hati dengan kelucuan si Atung dan senang sekali bisa berfoto dengan mereka bertiga haha.

Maskot Asian Games 2018

Untuk pemenang tingkat Asia, 3 negara besar ini tetap tak terkalahkan, yaitu China diperingkat satu, disusul oleh Jepang dan Korsel. Prestasi membanggakan Indonesia mampu berada diperingkat ke-4. Jauh diatas ekspektasi awal 16 emas dengan peringkat 10 besar, nyatanya kita mampu masuk 5 besar dengan 31 emas, hebat ya. Faktor bonus yang dijanjikan pemerintah untuk setiap medali mungkin menjadi pemicu semangat atlet Indonesia. Ajang Asian Games ke -18 ini juga mencatat sejarah persatuan Korsel dan Korut, karena untuk pertama kalinya Korut ikut berpartisipasi setelah perdamaiannya dengan Korsel.

Sukses dengan opening ceremony yang mengguncang dunia, closing ceremony menjadi penutupan yang sangat ditunggu-tunggu. Bila opening ceremony bertemakan Indonesia, closing ceremony ternyata mengambil tema Asia. Panggung megah memberikan kesempatan artis Asia seperti dari Korea, India, China ikut tampil. Para atlet berbagai negara berbaur menjadi satu menikmati konser musik yang bertabur pesta kembang api ini. Benar-benar menjadi hiburan pelepas lelah bagi para atlet. Walaupun sempat diguyur hujan, wajah para atlet ini menunjukkan rasa bahagia dan terima kasih kepada Indonesia.

Karena event ini jarang terjadi bahkan terakhir digelar di Jakarta 56 tahun lalu, maka saya pun menyempatkan 2 kali mengunjungi GBK selama Asian Games berlangsung. Cukup banyak spot foto menarik untuk diabadikan. Di penghujung event, tepatnya tanggal 2 September 2018, saya kembali ketempat ini untuk melihat closing ceremony, namun hanya bisa diluar stadion karena tiket sudah sold out. Disambut hujan sejak sore, closing ceremony-pun mundur sekitar 1 jam, namun tetap disambut wajah sumringah para atlet yang mengenakan jas hujan. Kesan saya, perhelatan ajang olahraga se-Asia ini terbilang sukses. Orang dibalik layar yang sangat berjasa yaitu Wishnu Tama sang konseptor dan Erick Tohir sebagai ketua Asian Games ke-18 begitu totalitas dan matang dalam persiapan. Dari segi fasilitas dan kesiapan acara cukup memuaskan. Para kontingen luar negeri pun puas dengan penyelenggaraan Asian Games ini. Terharu dan bangga, itulah perasaan saya tentang Asian Games ini. Begitu banyak moment heroik yang mempersatukan bangsa. Begitu besar aura positif dan persatuan yang disebarkan selama ajang ini berlangsung. Indonesia mampu menjadi tuan rumah yang ramah dan mumpuni untuk ajang berkelas dunia ini. Bangga dan salut untuk semua pihak. Bangga menjadi bagian dari Indonesia. Semangat olahraga ini mampu mempersatukan berbagai negara dan bangsa Indonesia yang beragam suku dan agama. Semoga tetap bersatu Indonesia. Keep on Unity in Diversity. Siapa kita, INDONESIA !

Tugu obor Asian Games                     2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *