Eksotis, Sensasi Hijau Tosca Curug Cikuluwung

 

Apa yang terlintas dibenakmu tentang kota Bogor? Kota hujan, kebun raya Bogor atau curug? Yap, semuanya sangat melekat dengan ciri khas kota Bogor. “Kota seribu curug” adalah salah satu julukan kota Bogor yang terkenal beberapa tahun ini, terutama di kalangan para traveller. Curug sendiri diambil dari bahasa Sunda yang artinya air terjun. Suasana Bogor yang sejuk dengan curah hujan yang tinggi membuat Bogor dialiri banyak sungai dan kontur tanah yang bertingkat membuat aliran sungai ini sebagian menjadi air terjun. Ditengah fenomena travelling yang menjadi gaya hidup baru kaum millenials membuat para traveller tergugah untuk mengeksplor tempat baru. Air terjun yang semula tersembunyi dibalik semak belukar pun perlahan satu persatu mulai diketemukan dan terekspos. Terlebih di era digital seperti saat ini, semua hal cepat menjadi viral di medsos. Tinggal upload dan tag, sekejap saja tempat sepi yang baru diketemukan akan mendadak ramai dikunjungi.

Ngomongin tentang curug, sudah berapa curug di kota Bogor yang kamu ketahui? Kalau dihitung, ada seribu curug tidak ya, hahaha. Beberapa curug baru yang ada di Bogor ini suasananya masih sangat asri dan alami dan masih dikelola warga setempat. Nilai positifnya tentu dapat membuka lahan ekonomi baru bagi warga setempat, karena membuka wisata curug baru ini akan menambah pendapatan warga mulai dari tiket masuk hingga warung-warung makanan disekitar kawasan curug. Warga setempat juga menjadi lebih kreatif dan mandiri dengan mempercantik dan membangun fasilitas walaupun seadanya.

Beberapa waktu lalu, Curug Cikuluwung menjadi hits melejit dikalangan para traveller. Foto-foto kece yang bertebaran di medsos membuat hati ini penasaran, ingin juga melihat curug ini secara langsung, biar dibilang kekinian…haha. Dan akhirnya kesampaian juga menjelajah kota Bogor demi melihat Curug ini. Curug Cikuluwung sendiri terletak di desa Cibitung Wetan, Pamijahan, Bogor dan dibuka sejak awal tahun 2018 ini.

Hijau tosca, warna air Curug Cikuluwung

Bersama teman-teman komunitas Backpacker Jakarta dengan cp Sutan Syahrir, pagi-pagi kami sudah berkumpul di Stasiun Bogor, kemudian sewa kendaraan dan menempuh waktu perjalanan 2 jam untuk sampai di area parkir Curug Cikuluwung. Untuk mencapai curug ini sendiri, diperlukan trekking sekitar 10-15 menit dengan jalur tanah bebatuan dan anak tangga. Melewati anak tangganya harus hati-hati ya karena agak curam dengan pembatas batang bambu. Oh iya, sebelum memulai trekking, kami melewati Dam tempat penampungan air yang bisa dibuka tutup dan mengalir menuju Curug Cikuluwung. Kami menyempatkan mampir dan ternyata bagus untuk spot foto..haha. Kamipun sibuk foto -foto disini sambil memandang aliran sungai. Dalam perjalanan trekking, dari kejauhan sudah terlihat warna air yang hijau tosca kebiru-biruan, mencolok dan kontras dengan warna pepohonan, membuat sejuk mata. Dari jauh saja sudah terlihat cantik, apalagi dari dekat ya, pikirku. Sebelum memasuki pintu gerbang, terlihat fasilitas toilet bersih dan beberapa warung makan, jadi gak perlu khawatir ya. Gerbang pintu masuknya dibuat seperti gapura dari bahan bambu. Harga tiket masuk per awal September 2018 ini Rp.15.000,-/orang. Ketika sampai disana, saya baru tahu loh kalau Curug Cikuluwung ini ada 2, mau tahu perbedaannya?

Sampai di curug pertama, Curug Cikuluwung 1 terlihat megah dan eksotis dengan tebing batu yang tinggi di sisi kiri dan kanannya. Airnya yang deras dan berwarna hijau tosca menambah kesejukan mata yang memandangnya. Sekilas tampak seperti Green Canyon loh, pemandangan yang cantik, apalagi bila berada di tengah-tengah tebing terlihat eksotis sekali. Namun menurut mitos warga setempat, wanita yang sedang haid dan pengunjung yang memakai baju merah dilarang masuk ke Curug Cikuluwung 1 ini. Menurut kabar, konon dahulu pernah ada kejadian tragis dan mengerikan di tempat ini. Hmmm, bagaimanapun juga, kita harus tetap menghormati budaya setempat ya.

Curug Cikuluwung 1

Sedangkan Curug Cikuluwung 2 terlihat seperti kolam air warna hijau tosca yang luas dikelilingi tebing batu. Sekilas tampak seperti air terjun Sri Getuk yang di Jogja itu, karena ada getek bambu yang bisa menyeberang sampai ke ujung kolam air terjun. Disini pengunjung bisa menyewa life jacket dengan harga Rp.10.000,- untuk berenang sampai ke tengah kolam, karena konon kedalaman kolam ini bisa mencapai 5m di tengahnya. Sumber air terjun ini berasal dari Dam. Menurut penjaganya, air Dam dibuka saat weekend dimana para pengunjung sangat membludak ramainya. Karena kami kesana saat weekday, air terjunnya kecil sekali namun puas menikmati suasananya yang tidak terlalu ramai. Curug Cikuluwung ini terlihat menakjubkan dengan beningnya air dan gradasi warna hijau tosca. Waw…indah banget, perpaduan tebing batu tinggi dan warna air hijau tosca ini membuat saya membayangkan berada di Raja Ampat loh, haha. Sedikit lebay memang, tapi puas sekali menikmati keindahan pemandangan Curug Cikuluwung ini. Kamu sendiri, gak penasaran ingin melihat keindahannya?

Curug Cikuluwung 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *