(Tolerance Film Festival 2018) Hate Spaces : Berita Kebencian terhadap Yahudi

“Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan”

Tahukah kita apa dampak besar dari suatu kebohongan dan fitnah? Yaitu mematikan kepercayaan terhadap suatu entitas. Bagai hidup tapi tak diberikan ruang hidup. Bagaimana perasaan mereka yang berada di posisi tersebut? Didalam dan luar negeri, berita kebohongan dan fitnah kerap menjadi sebab intoleransi dan pengucilan kelompok dan kepercayaan tertentu yang berujung pada konflik dan perpecahan.

Salah satu konflik ras yang mendunia yaitu peperangan menahun di tanah Yerusalem antara Israel dan Palestina. Israel digadang-gadang sebagai pelaku penindasan terhadap Palestina. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gerakan menentang dan membenci kaum Israel diseluruh dunia. Salah satu aksi tersebut bergerak di lingkungan kampus dimana mahasiswa Israel dikucilkan dan tidak mendapatkan hak yang sama dengan mahasiswa lain. SJP adalah gerakan mahasiswa demi keadilan Palestina yang menyebarkan paham anti-semetism atau anti Yahudi yang sangat gencar melakukan diskriminasi dan pengucilan terhadap mahasiswa Israel.

Beberapa pendapat mengemukakan bahwa berita bohong dan fitnah tentang Yahudi adalah penyebab gerakan anti-Yahudi diseluruh dunia. Penindasan di Palestina yang dilakukan oleh Hamas dan masyarakat Palestina sendiri seolah tidak dipandang, cenderung fitnah yang menonjolkan Yahudi sebagai pelaku penindasan. Double standard terjadi ketika hate speech tentang Islam akan dianggap sebagai anti-islam, sedangkan hate speech terhadap Yahudi dibiarkan begitu saja, seolah menjadi legitimasi atau pembenaran.

Tolerance Film Festival (TFF) 2018 yang bertema Intoleransi terhadap Yahudi ini diharapkan dapat membuka pandangan masyarakat tentang apa yang sedang terjadi di dunia, khususnya tentang entitas bangsa Yahudi. Perlunya membongkar kebohongan dan fitnah itu dengan reality melalui sebuah tayangan film. TFF sendiri memiliki misi untuk menghilangkan intoleransi dalam masyarakat dengan menyebarkan film tentang reality dari suatu masalah yang sedang dihadapi dunia saat ini.

“Tidak ada reality kecuali yang kita bangun”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *