Tips Memilih Teman Curhat

Foto: www.patheos.com

Curhat itu penting gak sih? Mungkin bagi wanita, curhat itu seperti kebutuhan. Berbeda dengan laki-laki yang cenderung memilih diam dan menyimpan sendiri masalahnya. Ya, memang wanita dan laki-laki mempunyai sifat yang berbeda. Wanita cenderung menceritakan masalahnya melalui curhat sana sini, berbeda dengan laki-laki yang takut dianggap lemah bila curhat tentang masalahnya. Setiap orang memang punya cara masing-masing untuk melepaskan pikiran atas masalah yang dihadapi.

Bagiku, curhat itu seperti pisau bermata dua. Kadang curhat bisa meringankan beban pikiran bahkan memecahkan masalah, namun kadang curhat juga bisa menambah beban pikiran bahkan memperbesar masalah. Kenapa bisa begitu? Ya, menurutku curhat butuh tempat, waktu dan orang yang tepat. Bila salah, curhatmu akan berbalik menyerangmu.

Curhat butuh waktu yang tepat, seperti jangan curhat saat seminar atau acara formal. Bagaimanapun juga, kita perlu menghargai orang yang sedang berbicara didepan audience-nya. Curhat juga butuh tempat yang tepat. Sekolah, kantor bukanlah tempat yang baik untuk curhat. Lebih penting lagi, curhat butuh orang atau pendengar yang tepat. Masalah terbesar yang dihadapi setelah curhat, kadang sebabnya karena kita curhat dengan orang yang salah. Bagaimana memilih teman curhat yang tepat? Berikut tips yang ingin aku sharing.

7 Tips memilih teman curhat:

1. Teman curhat haruslah orang yang sudah berpengalaman dan sukses di topik yang akan kamu bahas.

Misalnya kamu ingin curhat rencana pernikahan dan masa depan dengan pasanganmu, maka curhatlah dengan orang yang sudah menikah dan bahagia dalam pernikahannya. Dengan begitu kamu akan mendapatkan dukungan dan respon positif serta masukan yang bermafaat. Sebaliknya, curhat dengan orang yang masih single atau gagal berumah tangga justru hanya mendapatkan cibiran dan respon negatif karena mereka iri dengan kehidupanmu yang lebih bahagia dari mereka. Selain itu, kita pun harus menjaga perasaan mereka.

2. Jangan curhat kebahagiaan pada orang yang sedang ada masalah atau sedih.

Misalnya curhat tentang pacar atau gebetan kepada teman kamu yang jomblo. Hal ini akan terkesan pamer. Bagaimanapun juga kita harus menjaga perasaan mereka, jangan sampai bersenang-senang diatas penderitaan orang lain. Hal ini hanya akan membuat teman curhatmu iri dan memberikan tanggapan negatif tentang pasanganmu kadang semata-mata untuk membuat kamu tidak melanjutkan hubungan dengan pasanganmu dan mereka mempunyai teman senasib.

3. Jangan curhat kesedihan pada orang yang sedang sedih atau berduka.

Misalnya curhat kehilangan barang pribadi pada teman yang baru ditinggal pacar. Hal ini hanya akan menambah beban pikiran teman curhatmu, bahkan dia tidak akan menanggapi karena sibuk dengan masalahnya sendiri.

4. Jangan curhat kepada orang yang tidak paham permasalahanmu.

Misalnya curhat tentang cara mendapatkan pekerjaan sedangkan dia sendiri sudah lama menganggur. Kamu tidak akan mendapatkan masukan apapun.

5. Jangan curhat dengan orang yang tidak suka denganmu.

Tidak semua orang menyukai kita. Apapun itu masalahnya, mereka akan mencari bahan untuk menjatuhkanmu. Curhatmu adalah senjata ampuh mereka untuk menyerangmu. Kadang curhatmu hanya akan dijadikan bahan gosip untuk menjelek-jelekkanmu

6. Jangan curhat kepada orang yang belum kamu percaya atau baru dikenal.

Kita tidak pernah tau apa yang ada di pikiran dan perasaan orang yang baru kita kenal, maka curhatmu belum tentu berdampak positif untukmu, kadang akan berdampak negatif bila disalah gunakan untuk kepentingan lain. Apalagi bila orang itu belum kita percaya, maka curhatmu hanya akan disebarkan sebagai bahan gosip atau pembuka aib.

7. Jangan curhat di media sosial.

Curhat di media sosial kadang hanya akan mempermalukan diri sendiri, karena semua orang akan tahu masalah kita. Dari ratusan bahkan ribuan teman di media sosialmu, tidak semuanya kita kenal dengan dekat. Maka curhatmu di media sosial hanya akan dianggap sebagai hiburan semata bagi pembaca dan tidak ada manfaatnya untukmu.

Berbagi cerita memang kadang dapat melegakan, namun sebaik-baiknya tempat curhat adalah orang tua dan keluarga kita sendiri. Mereka lebih mengenal kita, selalu mendukung dan memberikan masukan positif bahkan siap membantu untuk menyelesaikan masalahmu.

Foto: gadis

Cover foto: sriwijaya post

3 Replies to “Tips Memilih Teman Curhat”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *