Menulislah Agar Dunia Mengenalmu

Kadang kita punya banyak hal dalam pikiran kita yang ingin dibagi, betul? Baik itu kisah pribadi, kisah orang lain, hasil pengamatan lingkungan sekitar atau opini yang ingin diungkapkan. Selain bercerita, ada banyak media untuk menyalurkannya melalui menulis, misalnya bercerita di media sosial, blog atau buku dan majalah. Mengapa harus menulis? Bagi saya, menulis adalah berbagi pengalaman dan opini agar bermanfaat buat sesama, juga karena dunia akan mengenal kita melalui tulisan. Dalam benak saya, ingin rasanya membagikan pengalaman hidup di dunia kerja sebagai motivasi. Juga memberikan nilai moral dari kisah asmara yang pernah saya alami dalam bentuk cerpen atau novel.

Beruntung ada wadah untuk saya menggali ilmu dari pengalaman para ahlinya langsung pada minggu lalu tepatnya tanggal 15 Desember 2018 di Plaza Festival Kuningan, dimana Komunitas ISB (Indonesian Social Blogpreneur) menggandeng penulis yang telah menerbitkan sekitar 50 buku, Mbak Nunik Utami untuk sharing pengalaman beliau saat menjadi penulis dalam tema “Abadikan Karyamu Melalui Buku”. Acara ini didukung pula oleh CNI yang memperkenalkan produk Sun Chlorella, yaitu tumbuhan ganggang hijau untuk pencegahan penyakit anemia bagi kita yang aktif tapi kadang lupa asupan gizi. Ada pula sharing session bertema monetize blog dengan optimasi SEO membuat kita lebih semangat dalam ngeblog dan menghasilkan karya-karya yang bagus.

Para blogger yang menghadiri acara ini tentunya mempunyai berbagai ide tentang buku yang ingin ditulisnya. Ada yang ingin menulis buku tentang motivasi, ada juga yang ingin menulis novel fiksi seperti saya. Mbak Nunik memberikan tips mengenai pembuatan buku yang bisa dimulai dengan menulis di blog kemudian merangkum beberapa tulisan blog menjadi buku. Misalnya kumpulan cerpen atau tips motivasi tentang pekerjaan atau profesi kita. Untuk mendukung tulisan berupa motivasi, kita dapat menggandeng pihak lain seperti psikolog agar tulisan kita lebih akurat.

Bagaimana dengan tema? Mbak Nunik memberikan saran untuk cerpen atau novel bisa mengambil tema dari kisah pribadi, namun bukan kisah yang biasa, harus “out of the box” agar menarik pembaca dan penerbit untuk bekerjasama. Bagaimana agar tulisan kita bisa masuk ke penerbit? Mbak Nunik menyarankan untuk sering mengikuti lomba menulis seperti pengalaman beliau dahulu, dengan begitu nama kita akan dikenal. Bisa juga dengan rajin ikut seminar mengenai kepenulisan atau pameran buku. Ternyata di pameran buku itu sering ada penerbitnya loh dan kita bisa ajukan naskah kita, saya juga baru tahu…haha, yuk ke pameran buku.

Jadi, siapkan dulu tulisan dan naskah kita dengan membuat kerangka besar terlebih dahulu kemudian buat ringkasan cerita dari awal hingga akhir. Mbak Nunik memberikan motivasi bahwa jangan pernah mengerdilkan diri sendiri dengan merasa tidak bisa sebelum mencoba. Selain itu, kata pamungkasnya “jangan berhenti disini” menerangkan bahwa dalam perjalanan kita menjadi penulis nanti akan ditemui berbagai hambatan dan kita tidak boleh berhenti hanya karena hambatan tersebut, tapi teruslah maju dan mencoba lagi. Kenyataannya, penerbit sendiri kadang kesulitan untuk mencari penulis lho. So, jangan patah semangat ya, semua kesempatan dan jalan pasti ada kalau kita mau terus berusaha dan mencoba.

2 Replies to “Menulislah Agar Dunia Mengenalmu”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *