Kampung Hijau Taman Toga KBA Rawasari

Pepohonan rindang disepanjang gang pemukiman RW.02 Kel.Rawasari

Kota Jakarta memang terkenal dengan kawasan pemukimannya yang padat. Minimnya lahan dan padatnya penduduk membuat pemukiman warga saling berhimpitan dalam gang-gang yang sempit. Hampir tidak ada lahan hijau untuk pepohonan atau taman bermain untuk anak-anak.

Berbeda dengan lingkungan RW.02 Kel. Rawasari, ketika saya menyusuri gang kecil menuju pemukiman ini, mata saya terasa sangat segar melihat hijaunya pepohonan rimbun di sepanjang gang. Setiap hari ada banyak orang melintasi kawasan Jl. Pemuda Rawasari, tapi mungkin tidak banyak yang pernah melihat situasi didalam pemukiman RW.02 Kel. Rawasari ini.

Bu Hilda dan Bu Ety adalah dua sosok ibu rumah tangga yang gigih dan berhasil menggugah warganya untuk aktif melakukan penghijauan dan menjaga kebersihan di pemukiman RW.02 Kel. Rawasari. Bahkan mereka berdua rela memunguti bekas puntung rokok dijalanan dari para pejalan atau pengendara motor yang melewati pemukiman mereka.

Bu Ety, Bu Hilda, Bu May dan Pak Adil (Bpk.RW.02 Kel.Rawasari)

Program Biopori adalah andalan warga RW.02 Kel.Rawasari. Biopori sendiri adalah lubang serapan air kedalam tanah yang dibuat disepanjang selokan. Hasilnya, pemukiman mereka nyaris tak pernah terkena banjir. Selain itu, setiap rumah terlihat asri dengan hijaunya pepohonan, khususnya tanaman obat. Bahkan setiap RT mempunyai ciri khas tanaman tersendiri seperti kunyit, eceng gondong, kelor, kangkung, dll.

Biopori: lubang serapan air di selokan

Berkat Biopori dan tanaman obat keluarga (Toga), RW.02 Kel. Rawasari ini berhasil menjuarai lomba lingkungan hidup se-Jakarta Pusat yang diadakan oleh Astra. Prestasi mereka menang lomba administrasi 10 program PKK sejak tahun 2009 juga mendapatkan apresiasi dari Walikota Jakpus dan Gubernur DKI Anies Baswedan. Tak heran sejak tahun 2015, RW.02 Kel. Rawasari ini terpilih menjadi program binaan Kampung Berseri Astra (KBA) dan terus dikembangkan hingga sekarang.

Kampung Berseri Astra (KBA) merupakan program kontribusi sosial dari Astra untuk masyarakat dengan konsep pengembangan dan pengintegrasian 4 pilar, yaitu pendidikan, kesehatan, lingkungan dan kewirausahaan. KBA sendiri memiliki 5 kategori yaitu kampung hijau, kampung wisata, kampung produktif, kampung budaya dan kampung cyber. Kini Astra sudah mengelola 77 KBA yang tersebar diseluruh Indonesia.

Berkat KBA, pemukiman RW.02 Kel. Rawasari kini telah memiliki usaha mandiri, berupa taman organik (kangkung, pokcay, jahe, kunyit, dll) dan pembuatan pupuk kompos dari sisa sayuran. Adapula budidaya cacing untuk bahan pembuatan obat cacing dimana bahan makanan cacing diambil dari sisa tanaman sayuran. Selain itu ada juga PAH (penampungan air hujan) untuk menyiram tanaman dan kantong sampah recycle yang isinya bisa dijual ke penampung kemudian hasilnya ditabung di Bank Sampah.

Dampak sosial dari program KBA ini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga, seperti beasiswa dari tingkat SD sampai SMA tiap tahunnya, dimana nominal beasiswa yang diterima untuk tingkat TK-SD 400rb, SMP 600rb, SMA 750rb/semester dan sudah terpilih 25 orang di periode terakhir ini. Selain itu ada pula santunan anak yatim dan pembelian alat permainan tradisional dari uang hasil pasar murah warga. Semua kegiatan di KBA ini dipajang di mading kegiatan warga.

Mading kegiatan warga

Astra sendiri kerap kali mengadakan kegiatan di KBA Rawasari ini, seperti lomba mural dari mahasiswa Untar, mendongeng untuk anak-anak, bazaar sembako murah di bulan Ramadhan, potong hewan kurban di hari raya Idhul Adha. Adapula sumbangan timbangan posyandu dan alat kesehatan, alat ukur tinggi untuk posyandu dan kotak P3K. Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat pun pernah mengundang 10 orang warga RW.02 Kel. Rawasari ini sebagai percontohan wirausaha kompos, budidaya cacing, jamur dan Bank Sampah.

Sebagai percontohan, dijadikanlah rumah ibu Hj. Surtinah yang memiliki aneka tanaman obat sebagai rumah tanaman obat keluarga (Toga). Ibu Surtinah, Ibu Hilda dan Ibu Ety adalah 3 wanita tangguh yang gigih menggerakkan ibu-ibu di wilayah RW.02 Kel. Rawasari ini agar selalu produktif dalam wirausaha, menjaga kebersihan dan penghijauan di daerah mereka. Lingkungan yang hijau dan bersih memang memberikan kenyamanan tersendiri walaupun dengan keterbatasan lahan. Semoga daerah lain bisa terinspirasi dari KBA Rawasari ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *