Pencapaian Dibidang Menulis, Langkah Kecil Menuju Mimpi

Menulis adalah salah satu bakat yang aku miliki dan sekarang menjadi hoby. Menyadari bakat ini ketika semasa SMA dahulu, guru Bahasa Indonesia kerap kali memuji hasil karyaku saat diberi tugas, diantaranya puisi atau cerpen. Diantara beberapa siswa, hanya karyaku yang dibilang bagus oleh bu guru. Rasa senang dan bangga tentunya dipuji oleh Bu Guru, apalagi aku membuatnya secara natural tanpa dibimbing atau mengikuti pelatihan.

Puncak prestasiku dibidang literasi terjadi saat tak sengaja ibuku mendaftarkanku ikut lomba menulis essay tingkat SMA yang diselenggarakan oleh Kementerian BKKBN tempat ibuku bekerja. Pihak panitia menentukan 3 tema yaitu tentang kependudukan, lingkungan dan bebas. Sebelum lomba, papaku sudah membuatkan draft tulisan tentang kependudukan, namun aku tidak bisa mengingat dan menghafalnya. Alhasil, saat lomba berlangsung aku mencoba mengeluarkan isi pikiran dan pendapatku sendiri secara spontan tanpa draft dan persiapan. Aku memgambil tema bebas sesuai apa yang ada dipikiranku. Semua tertuang dalam tulisan 2 lembar kertas folio yang selesai dalam waktu 30 menit saja sebagai batas waktunya.

Tulisanku saat itu bertemakan lingkungan keluarga. Dengan gaya bahasaku sendiri yang sedikit pedas, lantang dan tegas aku berhasil menyabet juara III.  Kaget rasanya saat namaku dipanggil kedepan sebagai juara, mengingat peserta lain mengusung tema sesuai bidang Dept. BKKBN. Akupun tak menyangka tulisan bebasku yang spontan itu mendapatkan apresiasi yang besar.  Dengan rasa deg-degan aku pun maju kedepan namun dengan perasaan bangga dan senang. Saat itu aku menerima piala trophy, radio mini compo dan uang tunai Rp. 150 ribu. Kala itu hadiah tersebut sangat berharga nilainya. Hadiah itu akhirnya kuberikan kepada adikku, karena melihat dia senang akupun ikut senang.

Kini setelah sekian tahun berlalu, kegiatan menulis sudah tak pernah lagi tersentuh olehku karena pekerjaanaku berkutat dengan angka dan jauh dari dunia literasi. Pada tahun 2012 muncullah platform menulis gratis secara online. Akupun mulai membuat blog pribadi dan menulis buah pikiranku disana. Tapi lagi-lagi, pekerjaan begitu menyita waktuku hingga tak sempat untuk mengisi blog-ku hingga pada akhirnya terbengkalai. 

Kini, dunia blogging seperti sedang naik daun. Berawal dari hoby-ku yang lain yaitu travelling, tak sengaja aku tercebur kedalam komunitas travelling Backpacker Jakarta (BPJ). Seperti berjodoh, dari teman-teman travelling tersebut ternyata mereka juga hoby menulis hingga akihirnya aku nyemplung di komunitas blogger Kubbu (Klub Blog dan Buku)- BPJ bersama mereka. Sekitar setahun aku mulai mendalami ilmu blogging dan berlatih menulis kembali. Bedanya, kini gaya bahasaku di tulisan terlihat lebih santai dan easy going, berbeda dengan gaya bahasa tulisanku dahulu yang terlihat ketus dan galak. Entahah, mungkin pola pikir dan lingkungan merubah gaya penulisanku.

Kini, pergaulanku di dunia blogging semakin meluas dan merambah ke beberapa komunitas blogger, yaitu Komunitas ISB (Indonesian Social Blogpreneur), Blogger Perempuan Network, Blogger Crony, Blogger Cihuy. Dari beberapa komunitas blogger ini aku mengikuti banyak lomba blog dan beberapa job penulisan berbayar. Pencapaianku yang memuaskan sebagai seorang blogger yaitu sekitar awal tahun 2019 ini ketika dipilih dari ratusan blogger menjadi 10 blogger pilihan Amartha untuk meliput bidang usaha jasa mereka. 

Amartha bergerak dibidang Fintech (Financial Technology), sebagai fasilitator antara peminjam dan pemberi pinjaman secara online. Mereka sudah melakukan promosi ke berbagai media dan kali ini mengundang blogger. Kami para blogger difasilitasi untuk mengunjungi UMKM binaan mereka di pelosok desa. Pengalaman baru ini menambah wawasan karena aku melihat sendiri para ibu-ibu pedesaan yang menjadi penopang ekonomi keluarga dari usaha UMKM binaan Amartha ini. Simak cerita lengkapnya di Fintech dengan Manfaat Sosial

Selain mendapat pengalaman dan menambah wawasan, tak disangka tulisanku menjadi salah satu dari 3 tulisan favorit pilihan Amartha. Rasa bangga kurasakan karena disaat aku baru terjun di dunia blogging ini aku sudah disetarakan dengan blogger senior dan menjadi favorit bersanding dengan blogger ternama yang sudah mencetak banyak buku, yaitu Mbak Monica Anggen.  Walaupun aku mendapat sejumlah materi dari prestasi ini, namun melebihi itu semua adalah kebanggan atas apresiasi terhadap tulisanku yang layak bersanding dengan tulisan para senior dan penulis buku. Hal ini membuatku percaya diri dan membuatku optimis untuk menggapai cita-cita sebagai seorang penulis. 

Menjadi blogger merupakan batu loncatanku untuk belajar menulis agar kelak bisa menjadi penulis ternama dan profesional. Kadang jalan hidup tak pernah terencanakan oleh kita, kita hanya bisa lakukan yang terbaik dan semoga semesta mendukungnya.   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *