Suka Duka Menjadi Travel Blogger dan Travel Influencer

Menjadi travel blogger dan travel influecer merupakan pekerjaan yang sangat menyenangkan dan sedang naik daun saat ini. Bagaimana tidak, gaya hidup masyarakat yang kini beralih ke “back to nature” membuat industri pariwisata kian maju pesat hingga meningkatkan kreatifitas masyarakat setempat untuk membuat tempat wisat baru di daerahnya masing-masing. Geliat pencari wisata alam pun tak kalah hebohnya, hingga berpengaruh ke industri penunjangnya seperti jasa penyedia transportasi. Tak bisa dipungkiri pula ada peran besar media sosial yang ikut mendobrak profesi ini. Dibalik dahsyatnya kata instagramable, secara tak sadar masyarakat yang melek medsos belomba-lomba berburu spot cantik di tempat wisata demi mendapatkan foto yang ciamik untuk di-upload di Instagram.  Sensasinya pun mampu membuat hati melayang tatkala mendapatkan likes dan comment yang banyak dari netizen.

Tanpa disadari, pola hidup masyarakat yang bergantung pada medsos menjadikan tiap orang seolah mempunyai peran ganda dimana mereka dapat menjelma menjadi peran apa saja yang mereka inginkan di dunia maya yang tidak menjadi kenyataan di dunia nyata. Seperti pelarian dari dunia nyata yang tak seindah dunia maya. Apalagi kekuatan instagramable  seperti membangunkan mimpi menjadi nyata untuk menjadi selebritis di dunia maya yang dikenal dengan selebgram. Salah satu indikator seorang selebgram yaitu jumlah follower yang mencapai ribuaan. Akibatnya, seorang selebgram otomatis menjadi role model bagi follower-nya yang membuat seorang selebgram harus menjaga image-nya di dunia maya, tentunya dengan foto dan caption pencitraan. Efeknya, seseorang kehilangan jati dirinya dan berubah menjadi orang lain seperti yang dia impikan atau seperti yang orang lain harapkan. Kenyataannya…mungkin jauh berbeda.

Selebgram dan influencer sendiri memiliki peranan yang sama, yaitu mempengaruhi masyarakat untuk mengikuti apa yang dipakai atau digunakan selebrgam/influencer tersebut. Selebgram atau influencer bukanlah berasal dari kalangan selebritis, namun memiliki popularitas yang cukup di dunia maya untuk mempengaruhi masyarakat, bisa dilihat dari jumlah follower-nya. Jumlah follower untuk seorang influencer berkisar dari seribu hingga ratusan ribu dengan nama micro hingga nano influencer.  Pengalaman menjadi micro influencer dan travel blogger kadang ada suka dan kadang duka. Apalagi posisi kita kadang yang terlihat sok ngartis. Ada saja komentar nyinyir dan julid dari para netizen, diantaranya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *