Unspoken Luv

Gamang

 

Setahun sudah Lindy bergulat dengan ketidakpastian masa depannya. Terombang ambing dalam waktu menunggu sidang skripsi. Padahal semangatnya sungguh luar biasa untuk segera selesai kuliah dan kerja hingga menguras pikiran. Rasa bersalah dan tidak tenang selalu menghantui karena dia belum juga dipanggil sidang skripsi hingga terhambat mendapatkan pekerjaan. Target…itulah motivasi Lindy untuk menyelesaikan kuliah S1 selama 4 tahun saja, namun takdir berkata lain. Walaupun semua mata kuliah telah diselesaikannya selama 4 tahun, namun langkahnya menuju sidang skripsi terhalang waitinglist kakak kelas yang entah apa yang mereka tunggu. Mereka hanya berlomba-lomba menikah, bukan berlomba lulus kuliah. Nilai akademik yang bagus sedikit menolong nasib Lindy, hingga ia dipanggil untuk menjadi Asisten Dosen oleh Pak Tjipto. Dosen killer  yang selalu bikin spot jantung di mata kuliahnya, tak disangka memanggil Lindy untuk menjadi asistennya untuk 3 mata kuliah sekaligus. Di kampusnya Lindy dikenal sebagai mahasiswi yang pintar, tak heran sejak SD ia selalu mendapat juara kelas dan akhirnya masuk SMA favorit. Entah mengapa ia tidak lolos UMPTN, konon karena “demam panggung” duluan hingga tidak bisa konsentrasi saat ujian, begitulah kata Ibundanya, Ibu Ana. Continue reading “Unspoken Luv”

Sate Lebaran

Prolog

Dimalam yang telah larut itu, walaupun diiringi musik dangdut koplo yang bising, tetap saja wajah Kusno terlihat lelah dengan mata lima watt-nya. Ia tetap setia dibalik setir angkotnya sambil celingak-celinguk mencari penumpang dan berharap masih ada tambahan rejeki untuk hari itu. Pikirannya seharian itu tak lepas dari rengekan bocah kesayangannya, Raihan yang ingin makan sate daging kurban. Lusa adalah Lebaran Haji, dan aroma khas kambing telah tercium disepanjang jalan sejak seminggu lalu. Untuk orang pinggiran seperti Kusno yang tinggal di kontrakan pinggir Kali Ciliwung, daging kurban kadang sampai kadang tidak ke rumahnya. Yah, karena wilayah rumahnya memang jauh dari jangkauan keramaian kota. Makan daging mungkin hanya kesempatan sekali setahun bagi keluarga Kusno, yap hanya saat Lebaran Haji tiba. Maklum, Kusno hanyalah seorang supir angkot dengan 3 anak yang sudah bersekolah. Istrinya berjualan kue di SD tempat Raihan bersekolah. Setiap malam Kusno sampai di rumah mendapati istri dan anak-anaknya tertidur. Beruntung mereka masih sempat bertemu saat shalat subuh berjamaah. Continue reading “Sate Lebaran”