Beda Gaya Pacaran Zaman “Baheula” dengan Zaman “Now”

          Tiap generasi pasti punya kenangan dan cerita tersendiri, apalagi kenangan masa remaja ada banyak cerita yang bikin senyum-senyum sendiri kalau diingat. Masa remaja tiap generasi punya gaya kealayan masing-masing yang akan terlihat memalukan bila diingat ketika kita dewasa, hihihi. Tapi masa remaja dengan kealayannya yang khas wajib dinikmati semaksimal mungkin karena tidak akan terulang lagi, jangan sampai ketika diusia dewasa mendapatkan predikat masa remaja kurang bahagia, hiii malu kan, walaupun gaya hidup masa remaja zaman dulu dan sekarang tidaklah sama. Hal yang paling seru untuk dibahas ketika masa remaja tentu gaya pacarannya, terlebih bila dibandingkan dengan zaman yang berbeda. Kira-kira apa aja ya bedanya gaya pacaran zaman “baheula” dengan zaman “now”, kita bedah yuk. Continue reading “Beda Gaya Pacaran Zaman “Baheula” dengan Zaman “Now””

Halalin Adek Bang…

 “Jadikan aku yang halal bagimu”

Kira-kira begitulah bunyi sepenggal kalimat dalam film “Ayat-Ayat Cinta” yang meledak beberapa tahun silam. Dan…entah mengapa kalimat ini menjadi viral dikalangan anak muda jomblo saat ini.

“Belum halal…haram donk, memangnya b*bi? 

“Kalau haram gak boleh disentuh”

Continue reading “Halalin Adek Bang…”

Tawar Menawar Harga Diri Sebelum Ijab Kabul

          Menyusuri pasar tradisional di pagi hari tak lepas dari pemandangan riuhnya kegiatan perdagangan yang diawali dengan tawar menawar harga hingga beberapa kali sampai terjadi kesepakatan harga yang diakhiri dengan transaksi dan serah terima. Harga barangpun bisa dipengaruhi berbagai faktor misal kualitas, umur barang, biaya pengiriman, biaya sewa kios dan lain sebagainya. 

Continue reading “Tawar Menawar Harga Diri Sebelum Ijab Kabul”

Menulis dan Menerbitkan Buku? Cari Tahu Bersama Penulis Nunik Utami 

          “Menulislah agar dunia mengenalmu”  

Diskusi dengan Mba Nunik Utami (tengah) didampingi ketua Klub Kubbu Mas Achi (kiri) dan Bang Eka (kanan)


          Acara yang digelar salah satu klub Backpacker Jakarta (BPJ) yang bergerak dalam bidang literasi, yaitu Klub Kubbu (Blogger & Buku) pada Sabtu 14 Oktober 2017 lalu ini dihadiri sekitar 60 peserta dari komunitas BPJ dan Klub Kubbu. Tema yang diangkat oleh ketua klub Mas Achi dan Bang Eka yaitu “Menulis dan Menerbitkan Buku” bersama narasumber Penulis keren Mba Nunik Utami. Acara ini bertempat di ruang Auditorium lantai 4 gedung Perpusnas RI yang baru di Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Continue reading “Menulis dan Menerbitkan Buku? Cari Tahu Bersama Penulis Nunik Utami “

Kamu, Duniaku

“Go travels and find experience that money can’t buy”

Prolog

Tidak ada yang lebih sial dari hari Senin pagi yang banjir karena hujan deras yang mengguyur kota Jakarta sejak tadi malam. Belum lagi desakan calon penumpang commuter line di Stasiun Manggarai seperti berebut sembako ketika kereta jurusan Bogor datang. Kaki pun jadi korban injakan dan badan seakan menyusut diapit buldoser, itupun masih untung bisa selamat masuk kedalam kereta. Perjalanan yang sebentar sebenarnya menuju Stasiun Tebet, namun perjuangannya sungguh dahsyat.

Lega rasanya bagi Danu ketika menginjakkan kaki di Stasiun Tebet. Diseberang sana angkot sudah menunggu. Dengan sedikit menerobos hujan akhirnya Danu bisa duduk nyaman juga didalam angkot. Daripada melamun di angkot menatapi hujan, Danu mengeluarkan hp dari dalam tasnya. Iseng-iseng dia membuka galery foto. Ada foto yang menyolok dalam galerynya. Ternyata foto Vanya ketika trip Pulau Tidung 3 bulan lalu. Difoto itu wajah Vanya terlihat cantik dengan dress pink dan panorama pantai sebagai background-nya. Sejenak Danu khilaf dengan kesialan hari itu. Sambil memandangi foto Vanya, Danu bergumam dalam hati : “ahh, wajahmu mengalihkan duniaku”

One Un-fine Day

Luna : “Damn ! banyak banget email yang belum gue bales…aarrggh”

Hari itu hectic sekali dan membuat Luna tak hentinya bergumam dalam hati:

butuh liburan !”

Mejanya berantakan penuh kertas. AC kantor seakan tak berfungsi terlihat dari dress merah pendek bermotif batik yang dikenakannya basah dengan keringat. Sejak siang ia mondar mandir didepan meja kerjanya. Rambut pendeknya pun terlihat tak beraturan.

Jam menunjukkan pukul 8 malam dan Luna masih berusaha membalas email-nya satu persatu. Ruangan pun sudah mulai sepi. Yang tersisa hanya Bunga dan 2 orang team-nya di pojok ruangan dekat jendela.

Continue reading “Kamu, Duniaku”

Keren !! Gedung Perpusnas RI ini Tertinggi di Dunia dan Bikin Betah.

          Apa yang ada dalam pikiran kita tentang kota Jakarta? Kemacetan, gedung tinggi, polusi? Ya, mungkin semua benar tapi Jakarta tidak melulu tentang kesibukan. Jakarta juga punya banyak taman cantik yang mampu memanjakan mata kita. Kebayang kan kalau taman-taman itu ada di areal gedung. Wah, pasti bikin betah berlama-lama disana.

Continue reading “Keren !! Gedung Perpusnas RI ini Tertinggi di Dunia dan Bikin Betah.”

Sumbawa, Serpihan Surga yang Tersembunyi

Lucky you. You don’t need a passport to see all these beauties. All the beaches and mountains are yours, here in your country for free, so enjoy it”. Begitulah salah satu kalimat yang keluar dari ocehan sang bule tentang Indonesia dari video youtube. Video yang berdurasi sekitar 5 menit itu sukses menyita perhatian saya hingga membuat saya kagum dan bangga dengan negara saya, Indonesia.

Continue reading “Sumbawa, Serpihan Surga yang Tersembunyi”

Museum Tengah Kebun, Mengenal Sejarah dalam Suasana Nyaman dan Asri

          Museum Tengah Kebun berlokasi di Jl.Kemang Timur Raya No.66 Jakarta Selatan. Angkutan umum yang melewati persis didepan museum ini yaitu Kopaja 612 jurusan Kp.Melayu-Ragunan. Atau bila ingin naik busway turun di halte Kuningan Timur dan lanjut dengan ojeg online. Bila naik kereta bisa turun di St.Pasar Minggu dan lanjut dengan ojeg online. Untuk patokannya, didepan museum ini ada Masjid Nurul Huda yang besar dengan cat hijau. Museum ini buka setiap Sabtu dan Minggu saja dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya kecuali tips untuk guide. Bila ingin berkunjung ke museum ini perlu janji terlebih dahulu dengan pemiliknya dan selama di museum kita akan dipandu oleh guide selama 1,5 – 2 jam. 
Continue reading “Museum Tengah Kebun, Mengenal Sejarah dalam Suasana Nyaman dan Asri”

Mengulik Gaya Hidup Komunitas Expat Internations di Indonesia

          Komunitas expat Internations adalah komunitas yang mewadahi berkumpulnya para expat yang tinggal di suatu negara. Komunitas ini pertama kali dibentuk di Jerman kemudian berkembang ke berbagai negara di dunia termasuk Indonesia. Brand Ambassador untuk Internations di Indonesia dipegang oleh Mark Blackwell yang berkebangsaan Inggris. Dengan mengusung motto “you will be not alone” komunitas ini membuat para expat yang tinggal di suatu negara memiliki teman dan tidak merasa sendirian. 

Continue reading “Mengulik Gaya Hidup Komunitas Expat Internations di Indonesia”

Backpacker Jakarta Menuju Kematangan dalam Usianya yang ke-4

 

   Pesta pembukaan

        Komunitas Backpacker Jakarta yang menaungi para petualang dan penggiat alam ini kini semakin besar dan berkualitas. Tak terasa hobi berpetualang dari beberapa anak muda Jakarta seperti Edi M Yamin dan Mike Loe ini semakin lama semakin berkembang dalam jumlah kuantitas peserta hingga terbentuk menjadi komunitas. Namun seiring berjalannya waktu perkumpulan penggiat alam ini banyak mengalami pergantian personil baik karena perbedaan visi maupun misi. Personil terakhir yang membesarkan nama Komunitas Backpacker Jakarta yaitu Edi M Yamin, Selly Sukaesi dan Rusmiyana yang selalu aktif mengadakan kegiatan dan trip setiap minggunya. Tumbuh dan kembangnya Komunitas Backpacker Jakarta juga tidak lepas dari sikap terbuka Edi M Yamin selaku founder terhadap berbagai ide, masukan bahkan kritik. Edi M Yamin sebagai pemegang kunci manajemen Komunitas Backpacker Jakarta telah membawa komunitas ini mencapai usianya yang ke-4 tahun. Komunitas yang lahir 5 April 2013 ini merayakan Puncak hari jadinya yang ke-4 pada 9-10 September 2017 lalu di Buperta (Bumi Perkemahan Cibubur).

Continue reading “Backpacker Jakarta Menuju Kematangan dalam Usianya yang ke-4”