10 Tips Pola Hidup Sehat ala Arlindya

Sebagai penghuni sudut kota Jakarta sejak kecil, pastinya saya sudah sangat akrab dengan kondisi kota ini, terutama dengan kemacetan dan polusinya. Sejak menginjak bangku SMP, saya sudah menjangkau jarak yang cukup jauh untuk ke sekolah. Saat itu, kendaraan umum menjadi alat transportasi saya sehari-hari untuk ke sekolah hingga kuliah. Kondisi bus umum yang sudah tua kadang membuat asap kendaraan berbau tak sedap dan berasap. Sungguh merusak pemandangan mata dan penciuman. Batuk dan mata perih salah satu efek yang ditimbulkan. Begitu pula dengan kemacetannya, kadang terdengar bising sekali dengan suara mesin dan klakson yang saling beradu. Sakit mata juga ya rasanya melihat tumpukan kendaraan berjam-jam seperti itu, apalagi bila kita terjebak dalam kemacetan itu sendiri, alamaak….stress dan ingin teriak rasanya. Tak jarang banyak penumpang kendaraan umum turun dan memilih berjalan kaki hanya untuk mengejar waktu, walaupun keringat bercucuran, haha. Waktu menjadi hal yang sangat berharga, karena begitu banyak waktu terbuang di jalanan, menyita waktu istirahat dan berkumpul dengan keluarga. Continue reading “10 Tips Pola Hidup Sehat ala Arlindya”

Memanjakan Lidah di Festival Kuliner Ngabuburit

Gerbang Festival Kuliner Ngabuburit

.
Bulan Ramadhan telah tiba, indahnya bulan yang penuh rahmat untuk memperbanyak ibadah, bulan pembinaan diri agar menjadi pribadi yang lebih baik setelah Ramadhan. Sukacita bulan Ramadhan selalu disambut antusias, bahkan sebelum Ramadhan tiba. Beruntung saya tinggal di Indonesia, negara dengan mayoritas penduduk beragama muslim dan masyarakatnya yang ramah dengan rasa kekeluargaan yang tinggi, bahkan dengan penganut agama lain. Uniknya di Indonesia ini, ada budaya yang berkembang dan sangat dinantikan saat Ramadhan tiba, yaitu ajang menjalin silaturahmi dalam bentuk buka puasa bersama. Di tengah kesibukan masing-masing, waktu untuk saling bertemu atau berkumpul terasa sangat sulit untuk direalisasikan. Maka, bulan Ramadhan menjadi bulan baik untuk mempererat tali silaturahmi dari teman-teman yang sempat “terlupakan” dengan kesibukan sehari-hari.

Continue reading “Memanjakan Lidah di Festival Kuliner Ngabuburit”

Off Road Cikole : Menjajal Wisata Adrenalin, Siapa Takut!

“You will never know if you never try”

Tak pernah terfikirkan sebelumnya untuk liburan dengan wisata yang memacu adrenalin atau wisata adventure. Liburan identik dengan wisata santai nan relax, karena tujuannya memang untuk melemaskan otot dan pikiran yang sempat tegang dengan rutinitas kantor sehari-hari. Tapi, bagi traveller yang berjiwa petualang, mungkin wisata yang memacu adrenalin ini memberikan sensasi dan keseruan tersendiri. “Membuat hidup lebih hidup”, begitulah ungkapan mereka. Hhmm, wisata adrenalin memang wisata yang sedikit memberi warna dalam hidup dari sekedar kegiatan rutin yang monoton. Continue reading “Off Road Cikole : Menjajal Wisata Adrenalin, Siapa Takut!”

BPJ di Event Markas 2018, Ajang Gaul Lintas Komunitas yang Cetar

Kaskus sebagai forum diskusi online kini kian luas merangkul komunitas untuk sharing dan networking dalam event Markas. Dengan menggandeng Diandra event organizer, tahun 2018 ini merupakan event ketiga setelah 2 event sebelumnya yang sukses digelar di Senayan dan Bintaro pada tahun 2016 & 2017. Tahun ini, Markas kembali digelar pada 27-28 April 2018 lalu di kawasan Bintaro, tepatnya di halaman Mall Bintaro Exchange. Continue reading “BPJ di Event Markas 2018, Ajang Gaul Lintas Komunitas yang Cetar”

Sensasi Kelezatan Nusantara di Kampoeng Tempo Doeloe

Apa sih makanan kesukaan kamu? Masakan lokal atau western? Tahu kan kalau rendang menjadi makanan terlezat di dunia? Nah, nyatanya masakan Nusantara tak kalah lezat loh, bahkan lebih lezat dari masakan western. Jadi bangga kan dengan masakan Nusantara, so mari cintai produk dalam negeri. Mencicipi kuliner Nusantara sendiri pastinya membuat lidah bergoyang karena racikan aneka rempahnya nan kental. Lalu, dimana sih kita bisa mencicipi beragam kuliner Nusantara ini? Disini nih tempatnya, Kampoeng Tempo Doeloe yang digelar di area Mall Kelapa Gading. Continue reading “Sensasi Kelezatan Nusantara di Kampoeng Tempo Doeloe”

Jakarta Changemakers : We Are Back, Lets Teach!

Briefing

.
Success on the first time 6 months ago, Jakarta Changes Makers is back on “Lets Teach” program. This time, we are supporting Tri Kusuma Bangsa Foundation to reach out the marginal kids located near Kota Tua, Jakarta Kota. The program has been started since February 2018 for 3 months ahead. Hopefully can continue after 3 months. Same as the first season, the kids are came from many backgrounds. Some of them are a student but mostly didn’t get English lesson at their school, and the others already get out from school because of economic problem. At the first meet up, we are facing problem on exact location to do this teaching activity. The foundation have tried to booked some outdoor area at Kota Tua near the Museum but it has stopped due to permittion problem. But, finally with good advise from our leader, since March we can use indoor place in front area of BNI, next to Jakarta Kota station. Continue reading “Jakarta Changemakers : We Are Back, Lets Teach!”

Pasangan Beda Generasi Akan Mengalami Hal ini

“Cinta akan membutakanmu. Bila tidak buta, maka bukan cinta namanya”

.

Setuju gak sih dengan ungkapan diatas? Kalau aku sih setuju banget, lah wong aku sendiri yang buat quote itu…haha. Pernah gak kita menetapkan kriteria tentang pasangan idaman kita? Sebagai seorang cewek, pasangan idamannya tentu cowok yang baik, setia, bertanggung jawab, ganteng, kaya, sholeh. Adakah cowok seperti itu selain Fachri? Ahh, rasanya tokoh seperti itu memang cuma ada di Film. Buat kamu para cowok pastinya punya kriteria cewek idaman yang cantik, sholehah, baik, setia, pintar masak, pintar dandan, bla bla bla.

Continue reading “Pasangan Beda Generasi Akan Mengalami Hal ini”

Sate Lebaran

Prolog

Dimalam yang telah larut itu, walaupun diiringi musik dangdut koplo yang bising, tetap saja wajah Kusno terlihat lelah dengan mata lima watt-nya. Ia tetap setia dibalik setir angkotnya sambil celingak-celinguk mencari penumpang dan berharap masih ada tambahan rejeki untuk hari itu. Pikirannya seharian itu tak lepas dari rengekan bocah kesayangannya, Raihan yang ingin makan sate daging kurban. Lusa adalah Lebaran Haji, dan aroma khas kambing telah tercium disepanjang jalan sejak seminggu lalu. Untuk orang pinggiran seperti Kusno yang tinggal di kontrakan pinggir Kali Ciliwung, daging kurban kadang sampai kadang tidak ke rumahnya. Yah, karena wilayah rumahnya memang jauh dari jangkauan keramaian kota. Makan daging mungkin hanya kesempatan sekali setahun bagi keluarga Kusno, yap hanya saat Lebaran Haji tiba. Maklum, Kusno hanyalah seorang supir angkot dengan 3 anak yang sudah bersekolah. Istrinya berjualan kue di SD tempat Raihan bersekolah. Setiap malam Kusno sampai di rumah mendapati istri dan anak-anaknya tertidur. Beruntung mereka masih sempat bertemu saat shalat subuh berjamaah. Continue reading “Sate Lebaran”

Asiknya Menjelajah Seni di Museum MACAN

          Jakarta punya museum baru loh, Museum MACAN namanya. Museum ini pertama kali dibuka dan menggelar pameran pada tanggal 4 November 2017 lalu. Kira-kira apa yang pertama kali terlintas dalam pikiran kita ketika mendengar nama Museum MACAN? Koleksi hewan macan dari berbagai negara atau dunia seputar hewan macan kah? Eits, jangan salah dulu, ternyata Museum MACAN adalah singkatan dari Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara. Nah, beda banget kan sama dunia macan, hihi. Lalu, dimana sih lokasi museum MACAN ini? Ketika kita melintasi jalan tol menuju Merak, kita akan melihat gedung AKR dari seberang jalan tol daerah Kebon Jeruk. Yap, Museum MACAN ini terletak di area gedung AKR, Jl. Panjang No.5, RT.11/RW.10, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Selain bus besar arah Merak yang transit di tol Kebon Jeruk, ada pula angkutan umum berupa koasi merah B03 jurusan Citraland-Meruya yang tepat melintas di depan museum ini.

Continue reading “Asiknya Menjelajah Seni di Museum MACAN”