Review

Being a Success Working Mom, Yes You Can!

Wanita memang istimewa karena kemampuannya sebagai “Master of Multitasking” bisa mempunyai 3 peran di waktu yang sama yaitu dalam keluarga, pekerjaan dan sosial. Peran penting wanita dalam keluarga yaitu sebagai CFO (Chief Financial Officer). Namun wanita juga punya kelemahan sebagai CFO, karena lebih mudah stress untuk masalah keuangan, keluarga dan pekerjaan. Selain itu wanita juga lebih mementingkan perasaan, sulit menentukan pilhan dan tidak mau ambil resiko untuk berinvestasi, malah cenderung boros. Lalu, bagaimana mengelola kelemahan kita sebagai wanita agar bisa sukses menjadi ibu dan wanita karir? 

Materi pembuka dari Futri Zulya, M.Bus itu memberikan gambaran tentang wanita dalam acara #Womantalk bertajuk “Balance Life for Working Woman” di kawasan Kemang Sabtu 27 Oktober 2018 lalu. Lalu saya membayangkan ibu saya yang seorang wanita karir dan juga mengurus keluarga. Saya pun sepertinya terdidik seperti itu, menjadi wanita karir dan kelak akan berkeluarga. Materi yang bagus untuk masa depan nih, pikir saya. Bagaimana menyeimbangkan peran antara mengurus keluarga dan menjadi wanita karir. Apalagi bila sukses memerankan keduanya, bisa menjadi role model untuk anak-anak nanti.

Pentingkah wanita berkarir? Sebenarnya bukan hanya materi, tapi wanita juga butuh wadah untuk pengaktualisasian diri, mengembangkan potensi dan bersosialisasi. Namun tak lupa kodrat utamanya tetap mengurus keluarga dan tetap memposisikan suami sebagai kepala keluarga. Disinilah tantangannya, membagi waktu dan pikiran agar tetap well organized. Gimana caranya? Futri Zulya memaparkannya kedalam 5 langkah berikut:

1. Hilangkan Rasa Bersalah

Kita tidak akan berhasil pada pekerjaan bila diliputi rasa bersalah. Perasaan bersalah karena tidak ada waktu untuk anak-anak sering menghantui para wanita pekerja. Ubahlah pikiran tersebut bahwa dengan bekerja kita sedang memberikan manfaat untuk keluarga. Untuk itu perlu ada mantra khusus agar mendapatkan izin dari keluarga dengan cara:

⭐ Mengkomunikasikan niat dan alasan kita untuk bekerja kepada keluarga.

⭐ Minta bantuan kepada ART namun tetap selektif dalam memilih yang sesuai dengan kepribadian dan keinginan kita.

⭐ Lengkapi ART/babby sitter dengan daily acivity report, meal plan dan kurikulum dasar mengurus anak kita.

⭐ Beri ruang untuk area bermain dan belajar bagi anak di rumah.

⭐ Bila menitipkan anak kepada nenek/kakeknya, lengkapilah dengan kebutuhannya dan kurikulum pelajaran.

2. Umumnya Masalah Terjadi pada Rutinitas Pagi

Pagi hari waktunya sangat sempit tapi begitu banyak yang harus dikerjakan. Untuk itu perlu disiasati:

⭐ Siapkan keperluan esok hari pada malam sebelumnya seperti menu sarapan, makan siang anak, baju kerja suami, baju seragam anak dan baju serta aksesoris kita pribadi yang akan dipakai esok hari.

⭐ Membuat perencanaan keuangan mingguan dan bulanan seperti rencana belanja, makan, les anak, bayar tagihan, pekerjaan yang harus diselesaikan dan lain-lain.

3. Komunikasikan dengan Pihak Kantor tentang Status Kita

Pihak kantor tempat kita bekerja perlu tahu status kita sebagai ibu dari anak-anak. Dengan demikian, perusahaan akan memberikan pengertian dan kelonggaran bila ada urusan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan seperti merawat anak yang sakit atau ambil raport anak.

4. Mengatur Prioritas

Point penting dalan mengatur prioritas:

⭐ Prioritas saat single dan menikah tentu beda. Saat single prioritas kita adalah bekerja keras, namun setelah menikah prioritas berganti menjadi keluarga.

⭐ Disiplin waktu saat menyelesaikan tugas kantor di rumah yaitu setelah anak-anak tertidur

⭐ Hindari gangguan saat di kantor dan rumah dari hal-hal yang kurang penting seperti bergosip, main internet, nongkrong bersama teman.

⭐ Quality time bersama keluarga misalnya berkumpul sebelum tidur, membacakan dongeng atau memberi pesan singkat di kotak makan siang si kecil.

⭐ Luangkan waktu untuk aktifitas bersama keluarga seperti olahraga bareng atau jalan-jalan.

⭐ Manjakan diri sendiri dengan “me time” 

5. Mengatur Rencana Keuangan Keluarga

Beberapa pertanyaan yang sering muncul saat merencanakan keuangan:

⭐ Apakah rencana keuangan sudah sesuai dengan yang kita inginkan?

⭐ Apakah keuangan kita sehat?

⭐ Bagaimana dengan dana pendidikan anak?

⭐ Bagaimana menambah kekayaan?

⭐ Bagaimana agar hari tua hidup nyaman?

Untuk menjawab semua pertanyaan itu, perlu kita pahami tahap-tahap perencanaan keuangan

Apa fungsi dari kas?

🌼 Fungsi likuiditas, dimana uang bisa dicairkan sewaktu-waktu.

🌼 Fungsi anti inflasi, yaitu dana yang disimpan untuk menghindari resiko penurunan nilai namun bisa dicairkan sewaktu-waktu

🌼 Fungsi capital growth yaitu mengalokasikan dana untuk menambah kekayaan dalam jangka panjang

Bagaimana mengatur arus kas?

Alokasikan penghasilan ke 3 rekening:

🌼 40% Living

       + 5% zakat

🌼 30% Saving

      + 10% investasi

      + 5% dana darurat

🌼 10% Playing

Bagaimana menginvestasikan dana?

🌼 Jangka pendek: tabungan, deposito

🌼 Jangka panjang: tabungan, logam mulia, properti, reksadana, saham

Berapa alokasi dana darurat?

🌼 Lajang: 3-4 kali pengeluaran rutin

🌼 Menikah tanpa anak: 6 kali pengeluaran rutin

🌼 Menikah 1 anak: 6-9 kali pengeluaran rutin

🌼 Menikah 2 anak atau lebih: 12 kali pengeluaran rutin

🌼 Pensiunan: 12 kali pengeluaran rutin

Seberapapun penghasilan kita, penting untuk membedakan kebutuhan dan keinginan. Prioritaskan keuangan untuk kebutuhan dengan menghindari godaan toko online dan kartu kredit. Tunggulah sampai mendapatkan hadiah/bonus dari perusahaan untuk memenuhi keinginan. Setelah memahami cara mengatur keuangan ini, dapat pula kita mengatur strategi untuk memulai bisnis. Bagaimana caranya untuk mulai berbisnis? Simak selengkapnya di link ini https://arlindya.com/2018/09/22/ganti-mindset-berbisnis-yuk/#more-1251

Setelah acara #Womantalk selesai, Futri Zulya memberikan surprise berupa make-up tutorial. Penampilan ibu 2 anak ini memang terlihat cantik dan totalitas dengan make-up nya. Tak heran karena beliau ini pemilik klinik kecantikan Z-Glow yang kini membuka cabang baru di daerah Depok dan Bekasi. Selain bisnis kecantikan, anak sulung dari Zulkifli Hasan (mantan ketua MPR) ini punya bisnis lain dibidang pendidikan anak dan alat masak. Sang suami, Mumtaz yang merupakan anak dari Amien Rais (mantan ketua MPR) pasti sangat mendukung kegiatan Futri Zulya ini, mengingat istri beliau sendiri orang yang sangat terorganisir dalam mengurus rumah tangga.

Keahlian Futri Zulya dalam hal kecantikan tak diragukan lagi, terlihat dari hasil make-up tutorial beliau yang terlihat ringan, segar dan cantik. Beliau sendiri terbiasa make-up sendiri dan biasanya membutuhkan waktu 15-20 menit untuk merias wajah. Menjadi wanita sukses menjalankan bisnis dan berumah tangga tidak melupakan jati dirinya sebagai wanita yang ingin selalu tampil cantik. Pantas saja beliau menjadi role model untuk anak-anak nya dan bisa jadi role model untuk diri saya sendiri juga. Ya…sesukses apapun kita di pekerjaan dan rumah tangga, jangan lupa untuk merawat diri sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri.

Show More

Arlindya

A dreamer, long visioner, blogger & traveller

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button