Traveling

Jembatan Gantung Situgunung, Modernitas yang Menyatu dengan Alam

Situgunung dapat diartikan situ (danau) dan gunung. Ya, Situgunung merupakan danau yang terletak di kawasan kaki Gunung Salak, Sukabumi. Kawasan Situgunung ini dahulunya hanya berupa danau, namun kini menjelma menjadi paket wisata danau, jembatan dan curug yang ramai pengunjung.

Perjalanan menuju tempat ini bisa dengan kereta api dari stasiun Bogor dilanjut ke stasiun Paledang yang hanya berjarak 300 meter, bisa dengan berjalan kaki. Jadwal keberangkatan dari stasiun Paledang sekitar jam 7 pagi dengan lama perjalanan sekitar 3 jam untuk sampai di stasiun Cisaat Sukabumi, kemudian dilanjutkan dengan angkutan umum yang langsung menuju Situgunung.

Disarankan untuk mengendarai kendaraan pribadi agar dapat mengatur waktu dan sampai di Situgunung pada waktu subuh untuk mendapatkan moment sunrise yang indah. Bagaimana kesan yang bisa aku gambarkan dari tempat wisata ini, simak ulasan berikut.

1. Danau Situgunung

Danau ini terlihat begitu syahdu saat pagi hari dimana kabut menyelimuti seluruh permukaan danau. Jarak pandang yang pendek karena tertutup kabut membuat siapapun menjadi penasaran dan untuk mengobatinya kamu dapat  menyusuri jalan di pinggir danau sambil merasakan semilir angin dingin pegunungan.

Menjelang fajar menyingsing, danau ini menjelma romantis dengan percikan cahaya jingga yang samar-samar dari sang mentari pagi. Sekilas tampak seperti Ranukumbolo memang, karena danau ini dikelilingi hutan lebat nan hijau yang menambah cantik penampakan danau ini dan rasanya ingin selalu cekrak-cekrek mengabadikan moment indah ini…haha.

2. Jembatan Situgunung

Jembatan Situgunung menjadi icon baru yang sedang hits dan menjadi magnet bagi wisatawan. Sekejap saja tempat ini menjelma menjadi lautan manusia disaat weekend. Terlihat dari antrian panjang menuju pintu masuk jembatan Situgunung hingga kendaraan yang membludak memenuhi lahan parkir.

Jembatan yang digadang-gadang sebagai jembatan penghubung terpanjang di Asia Tenggara ini dibangun dengan tingkat safety bertaraf internasional. Setiap pengunjung diwajibkan memakai safety belt yang bisa dikaitkan disepanjang tali jembatan dikala genting. Kapasitas jembatan dengan maksimal 90 orang terukur secara otomatis melaui digital board. Setiap pengunjung masuk secara bergantian dari 2 arah dengan tidak melebihi batas maksimal. Pintu masuknya secara digital dengan scan barcode dari gelang tangan yang diberikan setelah membeli tiket.

Sensasi saat melewati jambatan ini…sedikit menguji adrenalin memang karena berada diketinggian sekitar 500 meter dengan jembatan yang bergoyang-goyang oleh langkah kaki para pengunjung. Tapi semua terbayarkan dengan pemandangan ciamik disekitarnya yang dipenuhi hutan lebat yang hijau dan lembah dibawah jembatan. Para pengunjungpun banyak yang mengabadikan moment diatas jembatan ini dalam sebuah foto.

3. Teater Pertunjukan

Sebelum melewati jembatan Situgunung, kita akan melewati teater pertunjukan yang diisi oleh gending tradisional khas sunda. Kawasan teater yang berada ditengah hutan pinus ini dibuat melingkar mengitari panggung dengan tempat duduk yang dirancang secara alami dari kayu-kayu alam. Sambil menikmati pertunjukan teater, kita akan disuguhkan cemilan tradisional pisang dan singkong rebus serta teh hangat.

4. Resto Alam

Tak jauh dari teater pertunjukan, bagi yang ingin santai sejenak sambil mangisi perut dan menikamati alam, terdapat pula resto di alam terbuka dengan pemandangan lembah dan hutan serta jembatan Situgunung. Berbagai munuman teh dan kopi tersedia disini, juga bagi kamu yang ingin makan nasi dengan lauk pilihan. Uniknya, resto ini memiliki tempat santai yang ngeri dan cukup menguji adrenalin, yaitu jaring-jaring diatas lembah yang dilengkapi dengan bantal sofa untuk bersender santai tapi dengan jantung berdebar-debar, tapi sempat berfoto-foto…haha

5. Glamping

Bagi kamu yang ingin menginap, tersedia pula penginapan ala glamping (glamour camping) dengan berbagai ukuran dan kapasitas baik yang terbuka atau tertutup. Namun kawasan ini memiliki tempat pula untuk camping pribadi.

6. Curug Sawer

Setelah melewati jembatan Situgunung, berjalan sekitar 1 km akan kita jumpai air terjun atau curug sawer. Air terjun ini cukup tinggi dengan curah air yang deras. Kolam dibawahnya cukup dalam sehingga pengunjung dilarang untuk turun dan berendam. Namun diseberang air terjun ini terdapat jembatan kecil untuk memandangi air terjun sambil berfoto. Berputar sedikit akan samapi dipinghir air terjun dengan bebatuan besar. Tempat ini menjadi spot yang cantik untuk berfoto selain aliran sungai dibawahnya yang juga banyak bebatuan

Wisata komplit Situgunung ini cocok untuk perorangan dan keluarga dengan berbagai usia mulai dari anak-anak hingga dewasa. Namun karena perjalanannya cukup jauh, siap-siap para orang tua untuk menggendong anaknya…haha. Tempat wisata ini memberikan kepuasan tersendiri dan menjadi tempat yang cocok untuk quality time bersama keluarga atau teman. Selamat berlibur dan mendaptkan kenangan yang mengesankan.

Show More

Arlindya

A dreamer, long visioner, blogger & traveller

Related Articles

23 Comments

  1. Alhamdulillah tahun lalu sudah ke Suspension Bridge ini. Anak saya Fahmi gak harus digendong kok. Ia mah biasa naik turun gunung juga hehehe….di jembatan aja dia mah mau lari.
    Kalau kami dari Cianjur cukup naik sepeda motor saja jadi dari alun-alun Cisaat langsung ke lokasi

  2. wah makasi buat reviewnya. udah lama pengen ke situgunung belum kesampean juga. berarti fix kudu bawa mobil pribadi ya. aku kepincut pengen sekalian ajak kemping juga ke sini 🙂

  3. Udah rencana beberapa kali ke Situgunung, belum kesampaian juga hahaha. Padahal dekat dari Bogor. Seharusnya bisa sesegera mungkin. Jadi makin tertarik mau kesana deh…

  4. Ini sih, keren sekali, Mbak Arlin. Komplit… Saya langsung mupeng hahaha. Danau, jembatan gantung, teater, curug dan lainnya. Datang ke sini wajib pagi ya, Mbak. Biar puas menjelajah semuanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button