Lifestyle

Punya Hoby Sesuai Bakat itu Ternyata Mengasyikkan

Setiap orang dilahirkan unik dengan kelebihannya masing-masing, setuju ? Kelebihan tiap orang ada yang dilatih dan diasah, namun ada pula yang diberi anugrah langsung oleh Sang Pencipta, inilah yang dinamakan bakat.

Sebagai seorang perempuan yang identik dengan pekerjaan dapur atau memasak, saya merasa wajib menguasai keterampilan memasak ini. Selain untuk bekal rumah tangga masa depan, kemampuan memasak pun sangat diperlukan untuk kehidupan sehari-hari dan keluarga.

Kebetulan papa saya jago masak dan ternyata bakat itu menurun ke saya. Sewaktu remaja dulu, saya suka iseng bikin tanding masak dengan papa…haha. Hal lucu pun terjadi ketika mama merasa ada saingannya sebagai Ratu di rumah, hahaha. Alhasil, mama ingin menguasai dapur sendiri dan rajin masak sehingga kita hanya boleh makan masakan mama, hhmm.

Kini setelah dewasa dan mandiri, saya mulai menekuni bakat saya lagi di dunia memasak. Saya mulai mencoba meracik makanan sehari-hari kesukaan saya dan keluarga. Bagi saya makan itu kurang sedap kalau tidak ada sambal. Maka saya dan keluarga lebih suka makanan pedas. Sambal buatan saya ini mantap sekali bikin nagih makan, haha. Masakan favorit keluarga yang sering saya buat diantaranya :

  • Balado ikan asin dan pete
  • Balado telur dan pete.
  • Pepes ikan
  • Sayu daun singkong kuah kuning dengan teri
  • Sayur asem
  • Sop tulang sum-sum
  • Cah kangkung seafood
  • Lalapan dengan sambal terasi

Menyantap makanan favorit itu bikin nikmat dan lahap, apalagi dibuat sendiri, ada rasa kebanggaan tersendiri ketika melihat keluarga menikmati masakan yang kita buat.

Kini, setelah puas memasak masakan rumah, muncul ide dalam kepala saya untuk membuat kue. Kebetulan saat itu menjelang puasa dan Lebaran Idul Fitri. Langsung saja saya searching alat-alat untuk membuat kue di pasar dan toko online mulai dari mixer hingga oven. Dan setelah semua siap, ada rasa deg-degan untuk memulainya karena ini pengalaman baru buat saya, hihi.

Rasanya, tidak bisa masak itu buka lagi menjadi alasan hidup di zaman modern seperti saat ini. Sejak dahulu pun sudah banyak terbit buku resep masakan dan kadang ada rubrik tersendiri tentang resep di tabloid-tabloid. Apalagi saat ini, dimana dunia internet telah menguasai kahidupan kita sehari-hari, tinggal tanya Mbah Google, semua resep yang kita inginkan akan muncul di layar kaca.

Saya pun mulai searching resep kue Lebaran legendaris yaitu kue nastar dan castengel. Setelah memilih salah satu resep, saya pun mulai eksekusi. Proses pembuatan kue nastar dan castengal untuk porsi 1 toples masing-masing mamakan waktu sekitar 3 jam, sudah termasuk dekorasi dan panggang. Dapur pun seketika berubah seperti kapal pecah…hahaha, tapi saya puas dengan hasilnya. Rasanya enak walaupun masih ada kekurangan dari segi tekstur. Pengalaman pertama ini saya mencoba introspeksi kira-kira apa yang kurang dari resep atau prosesnya untuk saya jadikan pelajaran dalam pembuatan kue berikutnya.

Next, saya bercita-cita untuk membuka rumah makan khas daerah saya sendiri yaitu, Belitung. Menu makanan Belitung ini sudah saya pilih di tulisan Kuliner Lezat Khas Belitung. Selain itu saya juga ingin membuat cake ulang tahun sendiri untuk keluarga. Semoga tahap belajar dan berproses ini menjadikan saya lebih mahir dalam mengolah makanan yang kelak bisa dijadikan lahan bisnis.

 

 

Show More

Arlindya

A dreamer, long visioner, blogger & traveller

Related Articles

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button