Thoughts

Tahun Politik nih, Perlu gak sih Melek Politik?

Foto: tribunnews.com & tangga.id

Mungkin sebagian orang tidak suka dengan dunia politik apalagi membahasnya. Tapi bagi saya dunia politik itu menarik dan seru, apalagi politik di Indonesia. Kadang menurut saya, keseruan dunia politik Indonesia melebihi keseruan film Hollywood. Tak heran, saya suka sekali diskusi politik baik dengan teman, rekan kerja, keluarga atau di media sosial. Ada yang bilang, “Ngapain ngurusin politik, lah dibayar juga nggak kok”. Hhmm…memang sih kita bukan juru kampanye atau tim sukses salah satu capres, sepertinya kurang kerjaan saja karena tidak dibayar, apalagi dampaknya bisa menimbulkan permusuhan antar teman, rekan atau keluarga yang berbeda pandangan politik. Memang benar, kenyataannya memang ada perselisihan dan permusuhan karena perbedaan pandangan politik ini. Menurut saya sih, semua itu kembali ke tingkat kedewasaan masing-masing dalam menyikapi permasalahan.

Perlukah kita melek politik? Menurut saya perlu, karena setiap keputusan politik pastinya berdampak bagi besar kecilnya kehidupan kita karena kita adalah bagian dan tinggal di negara Indonesia. Politik juga tidak selalu tentang kekuasaan negara. Kadang kita menghadapi situasi politik di tempat kerja atau lingkungan sekitar. Ya, karena politik itu seni merebut dan mempertahankan kekuasaan. Caranya? Kadang menghalalkan segala cara! Nah, hal inilah yang membuat kita perlu melek politik atau berdiskusi tentang politik di publik, karena politik kadang menggunakan segala cara dan fungsi masyarakatlah untuk mengontrolnya.  

Busuknya dunia politik itu saat menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Sejak pilpres 2014 lalu, gaya politik para elit politik beralih kearah membuka aib dan menyebarluaskan, menjelek-jelekkan, memfitnah, dll. Kondisi politik ini sudah tidak sehat. Lalu, apa kontribusi kita terhadap dunia politik terlebih menjelang pilpres ini? Sebagai rakyat biasa sepertinya posisi saya tidak terlalu berpengaruh. Tetapi, perubahan besar itu dimulai dari hal terkecil. Hal terkecil yang bisa saya lakukan saat ini yaitu tidak menyebarkan berita hoax, negatif, provokasi dan menetralisir berita negatif yang beredar di lingkungan atau media sosial dengan pemberitaan yang berimbang. Dengan diskusi santai dan saling tukar pikiran sekiranya bisa mencerahkan.

Saya bukan pendukung garis keras salah satu capres, tapi saya juga tidak suka ada pembenci garis keras. Mengecam pemberitaan negatif dan hoax serta memberikan pemberitaan berimbang semata-mata untuk membuat suasana damai dan tenang. Bagaimanapun juga, negara tidak akan berjalan bila rakyat didalamnya saling bertikai. Dengan persatuan, negara kita akan kuat dan tumbuh besar. Janganlah politik dijadikan alat untuk memecah belah demi kepentingan segelintir orang. Siapapun Presidennya tidak ada yang luput dari kesalahan karena manusia tidak ada yang sempurna. Tugas kita sebagai rakyat hanyalah bersatu dan mendukung pemerintah dijalan yang benar. Namun janganlah diperbudak oleh politik kebencian. Salam persatuan untuk Indonesia!

Show More

Arlindya

A dreamer, long visioner, blogger & traveller

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button