Review

Teknologi Blockchain untuk Masa Depan Indonesia

Alat jenis apa yang anda pakai saat ini untuk transaksi jual beli? Uang tunai atau kartu elektronik? Alat transaksi jual beli nyatanya telah mengalami transformasi bentuk sejak zaman dahulu kala hingga sekarang. Dahulu, awal transaksi jual beli melaui sistem barter dimana untuk memenuhi kebutuhan hidup, setiap pedagang dan pembeli saling menukar barang mereka dengan kesepakatan nilai yang sama. Kemudian zaman berkembang dan muncullah coin emas sebagai mata uang untuk transaksi jual beli. Seiring semakin kompleksnya transaksi jual beli, dibuatlah mata uang berupa coin logam dan uang kertas dengan berbagai variasi nilai. Kini, seiring berkembangnya teknologi, mata uang pun berganti dalam bentuk kartu berupa uang elektronik (e-money). Ada yang lebih kekinian dari e-money? Ya, namanya token. Saat ini beberapa transaksi sudah mulai menggunakan sistem token, sebagai contoh token pulsa listrik, game, dan banyak lagi. Transaksi sistem token ini pun sudah lama diterapkan di beberapa negara dan salah satunya adalah teknologi Blockchain. Namun teknologi Blockchain di era digital ini, memerlukan konektifitas dengan cyber technology.

Asosiasi Perusahaan dan Konsultan Telematika Indonesia (Aspekti) memperkenalkan teknologi Blockchain ini pada Kamis, 01 Nov 2018 lalu. Bertempat disebuah hotel di kawasan Jakarta Timur, Aspekti menggelar seminar bertajuk “Penerapan Teknologi Blockchain untuk Meningkatkan Kualitas Perguruan Tinggi dan Perekonomian Indonesia”. Acara ini menghadirkan CEO of Oracle-D Matt Starkey Ceng., IMechE serta CTO of Oracle-D Dylan Leighton sebagai pembicara. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur Penjaminan Mutu Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. Aris Junaidi dan turut mengundang ketua KADIN Jakarta, perwakilan HIPMI, para akademisi dan pengusaha demi mengenal teknologi Blockchain ini.

Ketua Pelaksana seminar yang juga Ketua Aspekti DKI Jakarta, Nasfi Burhan menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah upaya Aspekti untuk mempersiapkan generasi millenial sebagai generasi penerus bangsa agar siap bersaing dengan bangsa lainnya di dunia. Kehadiran teknologi Blockchain ini harus disikapi dengan mendorong berbagai pihak untuk terus melakukan riset tentang hal tersebut. Sesuai arahan pemerintah yang disampaikan Presiden Joko Widodo, memang sudah waktunya bangsa Indonesia meningkatkan kualitas pendidikan dan jangan sampai tertinggal karena teknologi terus berkembang.

Sepakat dengan Pak Nasfi Burhan, Ketua Hubungan Luar Negeri dan Telematika Aspekti, Mariska Lubis S.E., M.Ints.S menyebut perlunya edukasi kepada masyarakat terkait kehadiran teknologi Blockchain. Menurutnya, banyak orang selama ini hanya mengenal crypto currency sebagai komoditas alih teknolgi Blockchain itu sendiri. Dengan memberikan pengetahuan tentang teknologi Blockchain serta pengembangannya, maka diharapkan generasi muda tidak hanya belajar teori namun juga bisa langsung mempraktekkannya, sehingga siap menghadapi dunia era digital dan era revolusi industri ke-4, ujar wanita yang berprofesi sebagai penulis tersebut.

Untuk mewujudkan impian tersebut, Aspekti menggandeng Oracle-D, perusahaan asal Inggris yang berbasis steem Blockchain untuk membangun Indonesian Blockchain Technology Institute (IBTI). Kerjasama ini dimulai dengan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) antara Aspekti dan Oracle-D. Kehadiran IBTI diharapkan mampu menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sumber daya manusia dan ekonomi Indonesia, ujarnya.

Apa itu Blockchain?

Blockchain bukanlah teknologi baru tapi Blockchain adalah cara inovatif dalam pengembangan teknologi. Dylon Leighton mengilustrasikan teknologi Blockchain pada penjualan hasil tani dimana teknologi Blockchain akan memotong “middle man”, sehingga konsumen dapat membeli langsung dari petani dan petani mendapatkan harga yang lebih tinggi sekaligus memotong harga jual kepada konsumen. Contoh lain adalah penggunaan teknologi Blockchain dimana “middle man” digantikan oleh sebuah drone untuk memantau kondisi bencana sehingga kita tahu apa kebutuhan para korban serta drone yang berfungsi sebagai satelit yang dapat memberikan sinyal untuk komunikasi di daerah bencana. Untuk penerapannya di perguruan tinggi, mahasiswa dapat menginvestasikan ide kedalam teknologi Blockchain dan yang didapat adalah tambahan uang untuk biaya kuliah misalnya dan ide-ide mereka ini yang dapat meningkatkan perekonomian Indonesia kedepannya. Teknologi Blockchain ini menggunakan modal berupa token atau uang coin dimana tiap orang bisa menginvestasikan uangnya dalam bentuk token untuk mendapatkan kemudahan dari teknologi Blockchain ini. Modal utama sudah terkumpul 250 code. Namun sistem token ini belum bisa diterima perbankan Indonesia, jadi masih dititipkan ke bank luar negeri dan kita akan menerima hasilnya dalam bentuk uang. Blockchain sendiri hadir dalam bentuk aplikasi dan anggotanya seperti tergabung dalam komunitas di media sosial.

Tahap pembangunan teknologi Blockchain:

Bitcoin –> dApps –> Infrastructure

Kelebihan teknologi Blockchain:

1. Financial secure

2. Total transparency & combatting corruption

3. Simplified revenue collection

4. Secure asset ownership & transfer

5. New kinds of tokenized bussiness => economy advantages

6. Rewards system

7. Innovative solutions for humanitarian/ disaster relief

Contoh model bisnis teknologi Blockchain:

Client holds investment –> bussiness provides a service –> users engage with service –> new token generated

Bagaimana kontrol dari teknologi Blockchain?

Karena kegiatan di Blockchain ini berupa aplikasi media sosial maka sifatnya transparan dimana semua orang bisa mengakses dan mengetahui aliran uang. Dengan begitu, tidak akan terjadi pencurian uang atau korupsi karena fungsi kontrol berada dalam komunitas itu sendiri. Selain itu, teknologi ini juga sudah dirancang sangat aman dan tidak dapat dirusak dan diretas (anti hacked). Dana yang ada di Blockchain ini digaransi oleh crypto currency. Sistem yang digunakan adalah decentralization karena dimiliki oleh komunitas media sosial tersebut sehingga tidak ada penyalahgunaan karena dikontrol semua anggota komunitas. Pemiliknya adalah orang-orang yang bisa dipercaya karena Blockchain ini dibangun atas dasar kepercayaan para anggotanya.

Bagaimana masa depan teknologi Blockchain di Indonesia?

Saat ini teknologi Blockchain telah diterapkan di berbagai negara sejak 10 tahun terakhir dan Indoneaia baru akan memulainya saat ini. Kedepannya teknologi Blockchain akan diaplikasikan untuk berbagai sektor dan telah mendapat dukungan dari pemerintah berupa kesepakatan dalam bentuk MoU antara Aspekti dan Oracle-D serta rencana pendirian sekolah teknologi Blockchain pertama di dunia yaitu Indonesian Blockchain Technology Institute (IBTI).

Mengapa mempelajari Blockchain?

1. Restof the world already implementing blockchains

2. Create scholarship programs (invest directly in individual student)

3. Prepare future generations to be competitive

4. Benefits for democracy and independence

5. High demand for vocational training in Blockchain

Model pendidikan Blockchain:

Contoh penerapan teknologi Blockchain di pemerintahan saat ini ada pada pengelolaan pajak dimana hasilnya negara telah mendapatkan income 30 trilyun berkat teknology Blockchain ini, ujar Mariska. Pemerintah sendiri dalam hal ini Menkominfo sangat mendukung program ini dan sangat “Blockchain minded“. Diharapkan kedepannya teknologi Blockchain ini bisa meningkatkan perekonomian Indonesia. Teknologi Blockchain untuk masa depan Indonesia ini bisa diterapkan oleh pemimpin Indonesia di masa depan yang saat ini masih duduk di perguruan tinggi. Untuk itulah teknologi Blockchain ini perlu diperkenalkan mulai dari tingkat perguruan tinggi. Karena kemajuan suatu bangsa tidak ditentukan oleh mereka yang didepan, tapi mereka yang dibelakang.

Show More

Arlindya

A dreamer, long visioner, blogger & traveller

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button