Thoughts

Tips Menjual Kemampuan Saat Melamar Pekerjaan

Serba serbi dunia kerja memang selalu ada cerita menarik. Tahap mencari lowongan, test, interview hingga masuk kerja di perusahaan memiliki kesannya tersendiri. Tak bisa dipungkiri, bagi para fresh graduate akan sedikit shock saat memulai kerja. Dunia pendidikan dan dunia kerja nyatanya memang jauh berbeda. Di bangku sekolah atau kuliah bisa jadi kita memiliki banyak teman, tapi di dunia kerja teman bisa menjadi saingan kita. Teman kerja dan bersaing, rasanya perlu belajar cara khusus mengatur sikap dan emosi agar hubungan tetap lancar. Lalu, mengapa harus bersaing? Bersaing secara sehat atau kotor? Kadang semua tergantung pada situasi dan karakter pekerja.

Persaingan di dunia kerja saat ini terasa semakin sengit. Semakin banyaknya usia produktif pencari kerja sepertinya tidak diimbangi dengan jumlah lapangan kerja yang ada. Selain bersaing saat melamar kerja, suasana kerja pun tak luput dari persaingan. Mengapa? Ya persaingan antara orang lama dan orang baru serta berbagai politik yang terjadi di perusahaan akan menambah beban pikiran pekerja. Mengapa harus ada politik di kantor? Nyatanya politik itu akan ada di semua bidang kehidupan, karena “politik adalah seni mempertahankan diri”.

Selain dipusingkan dengan pekerjaan itu sendiri, kadang pekerja harus bergelut dengan emosi dan mental dalam menghadapi intrik-intrik dan politik di kantor. Namanya seni mempertahankan diri, akan ada berbagai cara mulai dari cara sehat hingga cara kotor. Bersaing secara sehat yang paling diharapkan seperti menunjukkan prestasi dan kinerja yang baik. Namun pada saat terjepit, seorang pekerja bisa saja menggunakan cara kotor seperti menjatuhkan dan menjelek-jelekkan rekan kerja atau mencari muka dengan atasan. Bagi yang menggunakan cara jujur dan lurus tanpa intrik mungkin akan cepat tersingkirkan. Tapi percayalah, segala sesuatu yang dilakukan secara jujur dan lurus akan memberikan keberkahan tersendiri.

Sebelum memasuki dunia kerja, setiap orang pasti punya kemampuan dan kelebihan atau ilmu yang bisa digali dan diasah untuk menambah nilai jualmu ke perusahaan. Moment interview menjadi moment yang menentukan. Pastikan perusahaan tahu kelebihan kamu dan tidak tahu kekurangan kamu. Berdasarkan pengalaman dari beberapa interview, berikut tips yang ingin aku bagi  untuk meningkatkan nilai jual saat interview :

1. Tunjukkan profesionalitas dan keseriusan dalam penampilan

Kesan pertama yang ditangkap seseorang pastilah dilihat dari penampilan. Penampilan juga menunjukkan sifat dan karakter seseorang. Maka, pastikan saat interview kamu menggunakan pakaian yang sopan dan rapi dan sedikit formil agar terkesan tidak main-main dan serius ingin bekerja.

2. Tunjukkan sikap yang sopan melalui bahasa tubuh

Bersikap sopan dan menghargai orang lain membuat orang lain pun akan menghargai kita. Sikap tubuh yang diperlukan saat interview, pastikan pandangan mata kedepan serius menatap wajah dan mata orang didepanmu. Mereka akan menangkap keseriusan dan rasa dihargai saat kamu menyimak dengan baik setiap pertanyaan dan penjelasan. Untuk posisi tangan diletakkan di atas meja dilipat rapi, duduk tegak jangan membungkuk. Artikulasi harus jelas dan tegas agar terkesan kamu siap menghadapi interview. 

3. Jangan memotong pembicaraan, dengarkan dulu sampai selesai kemudian baru bicara. Jangan memberikan kesan sok tahu dan sok pintar tapi gunakan kata-kata yang halus tapi tetap mengesankan anda memang tahu dan pintar.

4. Bersikap jujur tapi diplomatis. Ada hal yang perlu ditutupi seperti kekurangan, sebisa mungkin jangan diungkapkan tapi mengalihkan ke hal lain. Sedangkan untuk kelebihan, diutarakan secukupnya jangan memberikan kesan sombong.

5. Ungkapkan prestasi sekecil apapun saat kamu memberikan solusi atau menyelesaikan masalah, atau saat pengambilan keputusan sendiri-  pertimbangan positif yang yang mendasarinya. Hal ini bisa menjadi nilai plus untuk menaikkan nilai jualmu ke perusahaan.

6. Pernah gagal atau terkena masalah di tempat sebelumnya, sebisa mungkin jangan diungkapkan dan ganti dengan alasan yang tidak menjatuhkanmu.

7. Setiap orang punya kekurangan, ungkapkan kekuranganmu secukupnya dan tambahkan hal -hal yang ingin kamu lakukan untuk memperbaiki kekuranganmu kedepannya.

8. Perbanyak skill dengan kursus, seminar, pelatihan atau belajar dari buku dan tutorial sehingga kamu mempunyai nilai lebih yang bisa menaikkan nilai jualmu ke perusahaan.

9. Ungkapkan optimisme dan pikiran positif tentang diri kamu untuk maju dan berkembang di tempat baru dan memberikan kontribusi dan profit untuk perusahaan.

10. Tunjukkan antusiasmu kepada perusahaan dengan menanyakan pekerjaanmu nanti di perusahaan, lingkungan kerja, cara kerja dan tentang perusahaan tersebut. Pastikan kamu sudah mencari info terlebih dahulu tentang perusahaan tersebut untuk menunjukkan kamu benar-benar serius ingin bekerja di tempat itu. Jangan menanyakan tentang hak sebelum kamu benar-benar diterima di perusahaan itu.

Saat berada di lingkungan yang menuntut kerjasama dengan banyak pihak, skill komunikasi sangat berpengaruh penting. Bersikap ramah dan bersahabat dengan semua orang akan mempermulus situasi kerjamu. Selamat mencoba

 

 

 

 

Show More

Arlindya

A dreamer, long visioner, blogger & traveller

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button